Meski ditiadakan bukan berarti prosesi pengalungan medali yang diiringi berkumandangnya lagi kebangsaan sama sekali tidak dilakukan. Pihak Asian Beach Games ternyata punya terobosan baru dengan mengumpulkan seluruh prosesi tersebut di satu waktu yakni di waktu malam setiap harinya.
Jadi saat tim perahu naga Indonesia putri Indonesia meraih medali emas pada Selasa (21/10/2008) sore lalu atau saat tim paragliding Merah Putih memborong emas mereka baru melakukan pengalungan medali beberapa jam kemudian di Hotel Ayodya, Nusa Dua. Di sana tim mereka akan menjalani pengalungan medali bergantian dengan atlet lain yang di hari yang sama meraih medali emas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan pada wartawan, Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo, justru menyebut jalan ini ditempuh sebagai upaya meningkatkan prestise atlet. Penyerahan medali secara bersamaan memungkinkan banyak penjabat IOC dan OCA datang dan memberikan selamat langsung pada mereka.
" Kalau dilakukan di lokasi sangat panas, kadang penonton juga sudah kosong. Kalau disatukan itu justru bisa jadi kebangaan buat atlet. Soalnya ceremony didatangi orang banyak dan orang penting," ungkap Rita Subowo.
Pertimbangan lain untuk kemudian memutuskan mengumpulkan seluruh ceremony penyerahan medali itu di satu waktu adalah juga demi mempromosikan budaya nasional.Β Soalnya setiap sebelum ceremony itu dilakukan akan ada pementasan seni tradisional.
"Ini juga dilakukan untuk mempromosikan kultur Bali dan budaya Indonesia lainnya. Soalnya nanti di sana ada pementasan seni," lanjut Rita Subowo kemudian.
Namun tak semua atleta harus menunggu hingga malam untuk bisa menerima pengalungan medali. Menurut keterangan Ketua Bidang Pelayanan Media Asian Beach Games 2008, Atal S Depari, beberapa cabang tetap melakukan penyerahan medali di venuenya masing-masing. Salah satunya adalah saat medali emas pertama ABG berhasil didapat Gusti Ngurah Arya Yudapandita. (din/arp)











































