Medali emas disumbangkan oleh peselancar ternama I Gusti Made Oka Sulaksana pada kelas Mistral OD. Oka terlalu tangguh bagi lawan-lawannya. Ia unggul jauh pada perolehan angka.
Oka mendapat angka 9 sedangkan peselancar Thailand Arun Homuaruen mendapat 19 angka dan Seksan Khunthong (Thailand) mendapat 27 angka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada cabang selancar angin dan layar Indonesia memasang target dua emas. Namun, medali emas hanya mampu diraih pada selancar angin.
Sedangkan pada cabang layar kelas Open Hobie Indonesia hanya mampu meraih medali perunggu dari pasangan Ario Dipo dan Yoseph. Medali emas direbut oleh Thailang dan perak oleh Hongkong.
"Target kita dua medali emas. Layar tidak mendapat emas. Ini adalahΒ cabang tak terukur, tergantung alam,Β ya beginilah adanya," kata Manajer Indonesia Popi'i.
Popi'i mengatakan pembinaan selancar angin dan layar harus lebih intensif untu bisa menyaingi negara lain. "Sampai sekarang belum ada pengganti Oka. Regenerasinya sangat susah," katanya.
Sementara itu, lomba hari ini dihentikan pada race ke-10 karena kecepatan angin tidak memenuhi standarΒ Federasi Layar Internasional. Kecepatan angin yang ada di Serangan sebesar 3-4 knot sedangkan persyaratannya kecepatan angin lebih dari 4 knot. (din/arp)











































