Dalam pertandingan di Mal Taman Anggrek, Minggu (26/10/2008), YangΒ sempat tertinggal 4-7 sebelum kemudian melaju dengan memenangi enam partai berturut-turut. Kemenangan itu sendiri tak lepas dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat Wu.
Salah satu kesalahan Wu, "Little Genius" yang mampu memenangi WPA World Nine-ball Championship 2005 pada usia 17 tahun 5 bulan itu, adalah pada pada bola tiga di langkah ke-20. Hal ini memberi jalan bagi Yang untuk mengantungi seluruh bola tersisa dan meraih kemenangan pertamanya dalam Tour tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Saya belum pernah mencapai performa terbaik sepanjang Tour tahun ini sehingga tekad saya datang ke Jakarta adalah mencapai final. Saat telah di final, saya tahu saya harus fokus agar bisa menang. Saya agak gugup ketika tertinggal 4-7 tetapi ketika saya memimpin 8-7 saya tahu saya punya tempat di kejuaraan ini dan saya memperbesar tekanan. Saya gembira dan lega karena akhirnya meraih Grand champion," ujar Yang dalam rilis yang diterima detiksport.
Sementara itu Wu yang hanya jadi juara dua dengan lugas menyatakan keinginannya untuk bisa menjadi yang terbaik tahun depan. "Saya terlalu santai saat di final. Barangkali itu karena saya bermain melawan teman baik sendiri sehingga saya tidak benar-benar berkonsentrasi sebagaimana mestinya."
"Ketika Yang unggul 9-7, saya tahu dialah juaranya. Saya berharap bisa menang dalam tour tahun depan," harap dia.
Partai final sesama pebiliar Taiwan ini tercipta usai Yang menang 9-5 dari pemain Filipina, Dennis Orcollo, di semifinal.Β Wu menyusul setelah menundukkan pemain Filipina lainnya AlexΒ Pagulayan 9-6 dalam semifinal lainnya.
(krs/ian)











































