Tim Jatim Kawinkan Gelar

Voli Piala Presiden

Tim Jatim Kawinkan Gelar

- Sport
Selasa, 28 Okt 2008 02:03 WIB
Jakarta - Tim bola voli Jawa Timur berjaya. Usai mengalahkan lawan masing-masing, tim putra dan putri sukses memboyong gelar sebagai juara.

Dalam laga yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Senin (27/10/2008), tim putri Jatim memulai kesuksesan tersebut. Rianita dkk tampil maksimal untuk menundukkan Jawa Barat.

Faktor lelah yang menghinggapi Jabar akibat pertarungan ketat di semifinal, dimanfaatkan dengan baik oleh tim besutan Huang Mian Cheng ini. Permainan pun berakhir 3-0 untuk Jatim dengan skor 26-24 25-15 25-13.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengawinkan gelar, tim putra Jatim pun bermain penuh semangat. Menghadapi Daerah Istimewa Yogyakarta, peraih medali emas PON XVII Kaltim ini tak henti menekan DIY.

Meski sempat terjadi kejar-mengejar angka di set pertama, namun permainan menyerang yang dilakukan Joni Sugiyatno cs tak mampu dibendung DIY. Skor 3-0 berhasil diraih Jatim yang menyudahinya dengan 25-22 25-17 dan 25-16.

β€œSama sekali saya ngga berpikir Jatim bisa mengawinkan gelar. Tapi jujur saja, ini bukan DIY yang seperti biasanya,” tukas Pelatih Kepala Jatim, Mahfud Irsyada.

Dominasi Jatim memang sudah terasa sejak pertandingan memasuki babak delapan besar di Jakarta. Tidak lolosnya beberapa klub besar ditenggarai membuat prediksi gelar juara merapat ke provinsi paling timur Pulau Jawa ini.

Adapun posisi ketiga diraih oleh tim putra Bali dan tim putri Papua. Bali mengalahkan Kalsel 3-1 dengan skor 25-17 21-25 25-22 dan 25-18. Sedangkan Papua, lewat pertarungan ketat, mengalahkan Jambi (3-2) 23-25 25-23 25-17 22-25 dan 20-18.

Perbaikan Sistem Pertandingan

Sementara itu, berbagai masukan pun menyertai event yang rencananya akan digelar tiap tahun ini. Mulai dari klasifikasi zona, konsistensi pembatasan umur, hingga proses pembinaan itu sendiri.

Banyaknya tim yang tidak diperkuat oleh putra daerah serta gagal lolosnya tim–tim besar karena berada dalam satu wilayah (Pulau Jawa) membuat pertandingan berjalan kurang greget. Belum lagi padatnya jadwal sehingga menyebabkan banyak tim yang pemainnya kelelahan, sebagaimana dikemukakan oleh Wahyono selaku Pelatih DIY.

β€œYang harus diperhatikan adalah penyusunan schedule, jangan terlalu mepet dan mendadak pemberitahuannya. Soal pembagian zona, PB lebih tahu soal peta kekuatan lah,” tandasnya.

(lin/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads