Yoshida yang masih belia, usianya baru 16 tahun, dan duduk di bangku SMU itu dikontrak oleh klub Kobe 9 Cruise, sebuah tim yang berlaga di liga independen Kansai.
"Harapanku adalah bisa berkontribusi untuk tim. Aku hanya ingin bermain dalam level yang sama dengan para rekan-rekan setimku," tutur Yoshida gugup, seperti dikutip Guardian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yoshida boleh jadi gugup dengan sorotan pada dirinya. Namun, jika bicara perihal aksinya di lapangan nanti, gadis yang dikenal punya knuckleball (teknik lemparan dengan hentakan dua jari-telunjuk dan jari tengah --red) itu bahkan sudah berani "mengancam" lawan-lawannya.
"Tunggu sampai mereka melihat knuckleball-ku. Aku akan membuat beberapa pemukul lawan keluar dengan lemparan itu," tegas gadis berpostur 1,5 meter/50 kg tersebut.
Selanjutnya Yoshida akan pindah dari sekolahnya di daerah Kawasaki yang terletak di pinggiran kota Tokyo menuju wilayah Kansai di Jepang bagian Barat agar tetap bisa melanjutkan studinya seraya memperkuat tim.
Jepang sempat punya liga baseball untuk kaum hawa pada tahun 1950, tapi kompetisi hanya bertahan dua tahun. Badan Baseball Jepang baru menghapus larangan wanita untuk ikut bermain pada tahun 1991. Di liga junior, tim-tim baru mulai menerima kaum hawa tahun 10 tahun lalu.
(krs/krs)











































