Kekecewaan tersebut dirasakan Woods terkait pemberitaan harian Selandia Baru, Taranaki Daily News, hari Sabtu lalu, yang mengeksplisitkan ketidaksukaan Williams terhadap Mickelson.
Yang dipersoalkan adalah kalimat ... "Saya takkan menyebut Mickelson pemain besar ... cause I hate the prick." Dalam bahasa Inggris, kata terakhir termasuk ungkapan penghinaan yang kasar dan vulgar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ini jujur, dan mengatakan mereka (Mickelson dan Woods) tidak akrab," ujar Williams kepada harian tersebut. "Anda tahu seperti apa situasinya. Anda sedang berada di sebuah kegiatan amal dan Anda harus sedikit melucu."
"Secara pribadi saya tidak begitu suka orang ini (Mickelson). Dia tak punya respek pada saya, dan saya pun begitu. Bukan rahasia lagi kalau kami ini tidak akrab."
Mengetahui kontroversi tersebut, Woods yang sudah di-caddy-kan oleh Williams sejak 1999 merasa tidak enak. Namun ia mengatakan bahwa persoalan itu sudah dibereskan di antara mereka.
"Saya kecewa membaca komentar-komentar Steve tentang Phil Mickelson, seorang pemain yang saya hormati," tukasnya, seperti dikutip Reuters. "Komentar itu tidak pantas. Tapi masalah ini sudah kami bahas dan diselesaikan."
Sementara itu tim manajemen Mickelson juga sudah mereaksi ucapan kontroversial Williams. Selain tidak tepat, Williams juga dinilai telah mengeluarkan pernyataan yang tidak bertanggung jawab.
"Yang bisa saya pikirkan adalah betapa beruntungnya saya memiliki seorang caddy berkelas seperti Bones (Jim MacKay), yang dia adalah representasi saya," tukas pegolf nomor tiga dunia asal Amerika Serikat itu.
Mickelson, juara tiga turnamen besar, dipandang sebagai salah satu penantang terbesar dalam dominasi Woods di dunia golf saat ini. Walaupun keduanya saling hormat, tapi mereka memang dikenal tidak dekat sebagai figur-figur satu profesi.
(a2s/din)











































