Diwarnai Adu Psy-war

Proliga Putaran II Seri 2

Diwarnai Adu Psy-war

- Sport
Jumat, 27 Feb 2009 00:27 WIB
Yogyakarta - Dua tim putra penghuni peringkat tiga dan empat klasemen sementara Sampoerna Hijau Voli Proliga 2009, Palembang Bank Sumsel dan Bantul Yuso Gunadarma akan saling bertarung akhir pekan ini. Menjelang laga itu, kedua tim saling melontarkan psy war.

Palembang Bank Sumsel menempati peringkat ketiga dengan poin sepuluh, hasil dari tiga kemenangan dan empat kekalahan dari laga yang telah mereka lakoni. Bantul Yuso Gunadarma ada satu strip di bawahnya dengan poin delapan dari tiga kemenangan dan dua kekalahan dari seluruh pertandingan yang telah dijalani.

Di putaran kedua seri kedua yang akan berlangsung di GOR Pangukan, Sleman, D.I. Yogyakarta, kedua tim akan bertemu (1/3/2009). Bagi Palembang Bank Sumsel, kemenangan bisa membawa tim berjuluk 'Bayi Ajaib' ini memuncaki klasemen, karena dua besar Samator dan Sananta, tidak bermain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedang bagi Yuso, kemenangan bisa membawa tim asal kota Geplak ini masuk ke jajaran dua besar. β€œKami inginΒ  melakukan sapu bersih dengan menang dua kali, melawan Jakarta BNI Taplus dan Bank Sumsel,”ujar pelatih Yuso Putut Marhaento dalam jumpa pers menjelang putaran kedua seri kedua Sampoerna Hijau Voli Proliga 2009 yang digelar di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Kamis (26/2/2009) petang.

β€œBank Sumsel tidak akan membuang kesempatan untuk meraih poin di Yogyakarta. Perlu dicatat kami pernah menang atas Yuso,”ujar asisten manajer Bank Sumsel Abbas Akbar sembari merujuk pada kemenangan Bayi Ajaib 3-0 atas tim asal kota Geplak di seri kedua putaran pertama di Bandung (24/1/2009).

”Kami sadar, kami pendatang baru. Kami ingin bisa bersaing dengan tim lain. Intinya pemain harus memiliki tekad untuk menang. Harus fight,” ujar Akbar. ”Target kami adalah final four,” tambahnya.

Semangat menggebu Bank Sumsel ditanggapi Putut. Masuknya sponsor baru, Gunadarma, merupakan modal baik bagi Yuso. ”Sponsor baru, kaos tim kami juga baru. Kami akan pakai kaos warna ungu, menggantikan hijau. Kami ibaratnya orang desa. Setiap mendapat baju baru, orang desa akan glelang-gleleng (makin percaya diri),” candanya.


(roz/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads