Kasus pemalsuan umur ditemukan saat kementerian olahraga China melakukan analisis terhadap kondisi tulang 15.000 atlet muda di Propinsi Guangdong, berdasarkan data yang didapat dari foto-foto rontgen.
Mereka yang diperiksa merupakan penghuni posisi delapan besar di setiap kejuaraan olahraga tingkat propinsi di tahun 2008, serta atlet-atlet yang terdaftar akan tampil di kejuaraan tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan itu juga mengungkapkan bahwa ada 16 atlet di satu kejuaraan seluruhnya memalsukan umur. Yang paling parah, ada salah satu kontestan yang memalsukan umurnya menjadi tujuh tahun lebih muda, dan ia tetap diizinkan untuk bertanding.
Temuan ini semakin menyudutkan China, yang selama ini sering dituduh melakukan pemalsuan umur terhadap atlet-atletnya. Di Olimpiade Beijing 2008, China dituding menurunkan pesenam putri yang usianya berada di bawah batas minimal umur.
Sementara Asosiasi Bola Basket Cina (CBA) menerangkan terdapat 26 pebasket yang bermain di liga basket Cina mendaftarkan diri dengan usia yang berbeda dari dokumen kependudukan yang mereka miliki.
Tahun depan di kota Guangzhou, Propinsi Guangdong, Cina akan menjadi tuan rumah Asian Games. Menjelang pergelaran ini, pemerintah terus berusaha memerangi usaha pencurian umur atlet.
"Kami akan memastikan bahwa para pencuri umur tersebut tidak akan mengambil keuntungan," tukas Ye Xiquan dari kementrian olahraga China, dikutip dari Reuters.
(roz/a2s)











































