Ribuan Atlet China Ditemukan Palsukan Umur

Ribuan Atlet China Ditemukan Palsukan Umur

- Sport
Rabu, 11 Mar 2009 16:56 WIB
Beijing - Pemerintah China menemukan kasus pemalsuan umur yang dilakukan oleh ribuan atlet muda. Mereka pun berusaha untuk mencegah kasus serupa terjadi sebelum digelarnya Asian Games di negeri Tirai Bambu ini tahun depan.

Kasus pemalsuan umur ditemukan saat kementerian olahraga China melakukan analisis terhadap kondisi tulang 15.000 atlet muda di Propinsi Guangdong, berdasarkan data yang didapat dari foto-foto rontgen.

Mereka yang diperiksa merupakan penghuni posisi delapan besar di setiap kejuaraan olahraga tingkat propinsi di tahun 2008, serta atlet-atlet yang terdaftar akan tampil di kejuaraan tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, 3.000 atlet muda ternyata lebih tua dari umur yang mereka katakan, 2.000 lainnya tidak lama lagi sudah tidak layak untuk turun di kejuaraan untuk tingkat anak muda, dan 1.000 lainnya seharusnya turun di kejuaraan kelompok umur yang lain.

Temuan itu juga mengungkapkan bahwa ada 16 atlet di satu kejuaraan seluruhnya memalsukan umur. Yang paling parah, ada salah satu kontestan yang memalsukan umurnya menjadi tujuh tahun lebih muda, dan ia tetap diizinkan untuk bertanding.

Temuan ini semakin menyudutkan China, yang selama ini sering dituduh melakukan pemalsuan umur terhadap atlet-atletnya. Di Olimpiade Beijing 2008, China dituding menurunkan pesenam putri yang usianya berada di bawah batas minimal umur.

Sementara Asosiasi Bola Basket Cina (CBA) menerangkan terdapat 26 pebasket yang bermain di liga basket Cina mendaftarkan diri dengan usia yang berbeda dari dokumen kependudukan yang mereka miliki.

Tahun depan di kota Guangzhou, Propinsi Guangdong, Cina akan menjadi tuan rumah Asian Games. Menjelang pergelaran ini, pemerintah terus berusaha memerangi usaha pencurian umur atlet.

"Kami akan memastikan bahwa para pencuri umur tersebut tidak akan mengambil keuntungan," tukas Ye Xiquan dari kementrian olahraga China, dikutip dari Reuters.


(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads