Bolt saat ini merupakan pemegang rekor dunia dan rekor Olimpiade untuk nomor lari 100 meter putra. Ada pun catatan waktu pria asal Jamaika ini adalah 9,69 detik. Selain itu, ia juga menjadi pemegang rekor dunia dan Olimpiade di nomor 200 meter dan bersama tim Jamaika memiliki catatan terbaik di nomor 4 x 100 meter.
Namun, Bolt tidak ingin berhenti untuk mencatat rekor-rekor baru. "Saya pikir saya bisa lebih cepat. Mungkin 9,5 atau 9,4 detik. Namun saya berpendapat bahwa rekor dunia akan berhenti di angka 9,4 detik," ujar Bolt dikutip dari Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesempatan untuk mewujudkan ambisi itu akan datang Agustus mendatang, di kejuaraan dunia yang akan digelar di Berlin, Jerman. Pelari berjuluk "Lightning Bolt" ini akan mendapatkan perlawanan dari sprinter lain seperti Dwain Chambers (Inggris), Tyson Gay (AS) atau rekan senegaranya Asafa-Powell.
Bolt mengaku tidak mengkhawatirkan atlet yang mungkin bisa menyandung langkahnya itu. "Ketika Anda mulai fokus pada seseorang, itu artinya Anda sudah berada di ambang kekalahan," tukas Bolt. "Bila saya fokus untuk mengalahkan Asafa (Powell), bagaimana dengan Tyson Gay?" tambahnya.
"Saya tidak takut pada siapapun. Satu-satunya ketakutan saya adalah cedera," seru pelari berusia 22 tahun itu.
(krs/key)











































