"Kenapa tidak sekalian saja melarang kami dua hari memakai helm dan dua hari tanpa rem?" cetus pembalap Jerman Jens Voigt, seperti dikutip Reuters, Jumat (3/7/2009).
Larangan penggunaan alat komunikasi itu diberlakukan untuk etape 10 dan 13. Menurut penyelenggara, ini dilakukan supaya para atlet memutuskan taktik masing-masing tanpa menunggu instruksi dari tim mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, beberapa pembalap mempersoalkan aspek keamanan dari larangan alat komunikasi tersebut. Selama ini, dari tim-lah mereka bisa mendapat peringatan tentang adanya sebuah demonstrasi, tabrakan, ceceran oli di jalan, dan sebagainya.
"Ini sebuah risiko yang sangat besar dan saya sunguh berharap ini tidak terjadi," ujar direktur tim Saxo Bank, Bjarne Riis. "Kita semestinya hidup di masa kita sendiri."
"Kalau kita balik ke masa sebelum ada radio, maka kita harus memulai dengan jersey dari bahan wol dan banyak ban di sekitar leher kita, seperti jaman dulu," timpal juara tujuh kali Lance Armstrong.
Sementara itu pembalap top Prancis Sylvain Chavanel memberi komentar yang "netral". "50-50. Mungkin lebih oke untuk sebuah tontonan, tapi tidak begitu bagus untuk keamanan," tandasnya.
(a2s/krs)











































