Irene & Susanto Kehilangan Peluang

Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 Asia 2009

Irene & Susanto Kehilangan Peluang

- Sport
Rabu, 29 Jul 2009 03:23 WIB
Irene & Susanto Kehilangan Peluang
Ho Chi Minh - GMW Irene Kharisma Sukandar (rating 2311) dan GM Susanto Megaranto (2534) gagal meraih tiket ke kejuaraan dunia catur. Dua pecatur andalan Indonesia itu tak berhasil menang di babak kedelapan kualifikasi Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 Asia di Ho Chi Minh City, Vietnam, Selasa (28/7/2009).
Β 
Susanto hanya mampu bermain remis lawan MF Ton That Nhu Tunh (VIE 2227) pada langkah ke-34 Serangan Trompowsky. Susanto tidak dapat memaksakan kemenangan karena Ton yang puas dengan hasil remis sengaja menukar para perwiranya sebanyak-banyaknya. Dengan 5 angka Susanto berada di peringkat sembilan, sementara pertandingan tinggal satu babak lagi.
Β 
Satu tiket di kelompok putra ini sudah pasti direbut pecatur Filipina GM Laylo Darwin (2494) yang telah mengemas 7 angka dan tidak mungkin dilampaui siapa pun meskipun dia kalah di babak terakhir. Unggulan pertama GM Wesley So (2645), juga dari Filipina, berpeluang merebut tiket kedua karena berada di posisi kedua klasemen dengan 6 angka.
Β 
Sementara Irene malah harus menyerah dari pecatur tuan rumah GMW Le Thanh Tu (2310) pada langkah ke-29 pertahanan Semi Slavia. Tu menggunakan varian korban bidak g4 yang tidak dikuasai Irene. Pada langkah ke-9 Irene sudah melakukan kesalahan fatal yang memberi kesempatan lawan melancarkan korban Gajah di petak f7 dan membuat posisi sayap-raja hitam kacau berantakan. Setelah itu kekalahan seperti tinggal menunggu waktu saja.
Β 
Hasil tersebut membuat Irene tetap dengan 5 angka dan sementara berada di peringkat delapan klasemen. Sementara unggulan pertama GMW Batkhuyag Monguntuul (2420) dari Mongolia kembali menang dan sudah membukukan 6,5 angka. Namun, posisi Batkhuyag belum aman karena pecatur dari Vietnam, MFW Nguyen Thi Mai Hung (VIE 2219), masih membuntuti dengan 6 angka.
Β 
Sementara di babak terakhir, Rabu (29/7/2009), Batkhuyag akan berjumpa GMW Le Thanh Tu (2310) yang sudah menggemas 5,5 angka, sedangkan Mai Hung bersua pecatur yang baru mengemas 4,5 angka, yaitu MFW Sherily Cua (2174) dari Filipina.

Ini bisa terjadi lantaran pairing dibuat secara manual sebab pada dua babak terakhir pemain satu negara yang poinnya di atas 50% tidak boleh saling bertemu. Itu sebabnya pula pada babak delapan pairing Irene vs Batkhuyag diubah.
Β 
Pairing ini sendiri dikeluhkan oleh ayah Batkhuyag yang merangkap menjadi tim manjer Mongolia. β€œTerlalu banyak pecatur Vietnam, mereka jadi bisa dengan sengaja memilihkan lawan lebih lemah untuk para pecaturnya."

Memang catatan menunjukkan ada 19 pecatur Vietnam di kelompok putri ini. Sedang dari Indonesia dan Filipina ada empat orang. Lalu Mongolia tiga orang dan Singapura hanya satu orang.
Β 
Sementara itu, pecatur junior Indonesia berusia 12 tahun, MFW Medina Warda Aulia, yang kemarin kalah belum dapat pulih sehingga kembali tak bisa menang. Kali ini dari MFW Vo Thi Kim Phung (VIE 2073). Hasil tersebut membuat Medina bertahan dengan 3 angka.
Β 
Para pecatur Indonesia lain, Dewi AA Citra, menambah setengah angka hasil remis dengan MFW Sherily Cua (PHI 2174). Citra kini sudah mengumpulkan 3,5 angka. Sementara Chelsie Monica kalah dari MFW Luong Nhat Linh (VIE 1952) sehingga tetap bertahan dengan 3,5.
Β 
Kejuaraan Dunia Catur Zona 3.3 Asia di Ho Chi Minh City yang menggunakan sistem Swiss sembilan babak ini diikuti 85 pecatur dari delapan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, Mongolia dan tuan rumah Vietnam. Demikian dijelaskan Humas PB Percasi Kristianus Liem dari Ho Chi Minh, dalam rilis yang diterima detiksport.

(krs/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads