Wacana tersebut muncul setelah salah seorang pengurus menyoroti beberapa atlet yang tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik. Hal ini kemudian ditanggapi ketua KONI Sumsel, Muddai Madang.
"Akan kami pertimbangkan. Tentunya banyak agenda ke depan yang akan kami lakukan," kata Muddai, kepada pers di kantornya Jalan Angkatan 45, Palembang, Selasa (11/08/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyoroti masalah kemampuan berbahasa Inggris para atlet, pengurus KONI Sumsel juga membahas masalah pembinaan seluruh 43 cabang olahraga dan pembinaan olahraga di kabupaten dan kota. Juga terkait program pembinaan atlet untuk menghadapi PON XVIV di Riau 2012.
Menanggapi ini Muddai mengatakan prioritas utama KONI adalah membina para atlet, baik yang sudah jadi maupun di tingkat yunior. Pembinaan dan konsepnya akan dirancang dalam waktu dekat.
"Usai rapat ini kita akan audiensi dengan Gubernur (Alex Noerdin) untuk membicarakan pembinaan atlet," pungkas Muddai. (a2s/key)











































