Di final Kejuaraan Dunia Atletik di Berlin, Senin (17/8/2009) dinihari WIB, Bolt finis terdepan dengan torehan waktu 9,58 detik. Rekor ini lebih cepat 0,11 detik daripada rekor sebelumnya yang ia ciptakan di Olimpiade Beijing tahun lalu.
Bolt memang bagai tak terkejar. Catatan waktu Tyson Gay yang finis kedua adalah 9,71 detik alias tertinggal 0,13 detik di belakang. Peringkat tiga jadi milik Asafa Powell dengan catatan 9,84 detik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat siap. Saya sudah merasa enak setelah semifinal. Saya tahu ini akan jadi lomba yang hebat dan saya berhasil mengeksekusinya. Ini hebat karena saya berlomba dengan baik dan saya senang," ujar Bolt girang kepada BBC.
Bukan sekadar rekor, Bolt mencetak perbaikan rekor terbesar di nomor 100 meter putra semenjak sistem pencatatan waktu elektronik diperkenalkan di dunia atletik tahun 1968.
Pengakuan tentang kehebatan Bolt datang dari dua pengekornya, Gay dan Powell. Keduanya secara jantan mengakui bahwa pelari 22 tahun itu tidak bisa ditandingi.
"Saat saya melihat waktu, saya tahu saya harus mengejarnya, tapi saya tidak sanggup," kata Powell.
"Saya berlari secepat yang saya bisa, tapi itu tidak cukup. Saya senang dia mencatat 9,5 detik karena saya tahu dia bisa melakukannya. Saya ikut senang buatnya," komentar Gay.
(arp/roz)











































