Olahraga Tenis Meja Butuh David Beckham

Olahraga Tenis Meja Butuh David Beckham

- Sport
Rabu, 09 Sep 2009 18:10 WIB
Olahraga Tenis Meja Butuh David Beckham
New York - Minat kalangan muda terhadap tenis meja belakangan dinilai kian redup saja. Untuk mengembalikan pamor olahraga yang juga punya nama pingpong tersebut, 'David Beckham' pun dibutuhkan.

Di China, tenis meja sudah seperti olahraga nasional. Popularitasnya di kalangan orang yang lebih tua masih tetap terjaga dengan baiki meski tak demikian halnya dengan di kalangan pemudanya.

Untuk mengakali situasi ini, Liu Guoliang yang mantan juara dunia dan juara Olimpiade tenis meja asal China menilai bahwa solusinya adalah dengan menggencarkan promosi agar olahraga itu kembali mencuri perhatian masyarakat, khususnya kalangan muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami harus bicara dengan cara yang berbeda untuk mempromosikan olahraga ini di tingkat dasar. Aku tahu pemain bintang memainkan peran besar dalam promosi permainan ini dan bisa mendapat perhatian besar. Itu bisa membantu menarik lebih banyak orang untuk bermain," kata Liu yang juga pelatih tim putra China, di Reuters.

Meski demikian, cara itu juga tak bisa dilakukan begitu saja mengingat olahraga tenis meja tetap harus menonjolkan unsur kebersamaan dan bukan hanya aspek kebintangan belaka.

"Kami tidak boleh berlebihan menggunakan efek kebintangan itu. Tim tenis meja China punya tradisi kolektifitas dan semangat tim, kami tak pernah menonjolkan individualisme dan tak akan pernah begitu di masa depan," tegas Liu.

Jorgen Persson yang juga mantan juara dunia tenis meja asal Swedia itu juga membagi kerisauan mantan rivalnya tersebut, menyoal olahraga tenis meja yang saat ini sedang kurang populer. "Kami butuh mempromosikan olahraga ini dan kuncinya adalah seorang bintang, kami butuh Beckham-beckham di tenis meja."

"Itu akan menarik minat kalangan muda. Ada kompetisi sengit antar olahraga berbeda di luar sana. Anak-anak lebih terpikat dengan sepakbola dan basket, begitulah yang terjadi di Eropa, mungkin juga di China," pungkas pria 46 tahun tersebut.


(krs/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads