Madrid tengah bersaing dengan Chicago, Rio de Janeiro dan Tokyo untuk memperebutkan hak tuan rumah Olimpiade 2016, Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan memilih pemenangnya di Kopenhagen, Jumat (2/10/2009).
Posisi Madrid sedikit di belakang Chicago yang bakal disokong penuh oleh Presiden AS Barack Obama dan Rio yang berpeluang menjadi kota pertama di Amerika Selatan yang menggelar Olimpiade dengan dukungan Presiden Brasil Inacio Lula da Silva.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zapatero mengatakan bahwa kemenangan negaranya di Euro 2008 dan Kejuaraan Basket Eropa, sukses Alberto Contador juara di Tour de France dan keberhasilan tim Davis Spanyol maju ke final akan jadi faktor pendukung kesuksesan Madrid.
"Spanyol tengah melalui sebuah 'era emas' di dunia olahraga," cetus Zapatero seperti dikutip Reuters. "Kami adalah sebuah negara yang punya semangat dan nilai-nilai Olimpiade sejati."
"Kami punya penawaran yang bagus. Kami adalah sebuah negara yang sangat bisa dipercaya. Kami telah menggelar banyak event internasional akbar, tidak cuma Olimpiade 1992 di Barcelona, tetapi juga di event-event lain dan IOC tahu itu," kata Zapatero.
Tidak diunggulkannya Madrid karena 'kalah' dibanding Chicago dan Rio tidak membuat Zapatero jatuh pada pesimisme. Proses pemilihan yang berliku bisa menciptakan hasil kejutan.
"Sangat sulit untuk memprediksi siapa yang akan berada di ronde terakhir akibat sistem voting yang ada. Saya percaya presentasi pada hari Jumat akan membuat perbedaan besar," tuntas Zapatero yakin.
Foto: Dari kiri, Raja Spanyol Juan Carlos, Presiden IOC Jacques Rogge dan PM Jose Luis Zapatero di Kopenhagen. (Reuters)
(arp/din)











































