Rio de Janeiro berpesta usai komite Olimpiade internasional IOC menunjuk kota di tenggara Brasil itu sebagai tuan rumah Olimpiade 2016. Ini adalah kali pertama kejuaraan olahraga multicabang antarbangsa empat tahunan itu digelar di Amerika Selatan.
Kegembiraan Rio de Janeiro "dibangun" di atas kekecewaan tiga kandidat lainnya, Chicago, Madrid, dan Tokyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, Chicago -- bersama Tokyo justru tersingkir di putaran pertama. "Presiden Barrack Obama kecewa atas kegagalan ini," demikian diungkapkan juru bicara Robert Gibbs dilansir dari AP.
"Memang hasil akhir tidak memuaskan, tapi lihatlah proses perjalanan yang kami tempuh. Menurut saya kegagalan ini bukanlah bentuk tidak adanya pengakuan terhadap presiden dan ibu negara," imbuh penasihat senior David Axelrod seperti dikutip dari Reuters.
Kekecewaan juga dirasakan oleh Juan Antonio Samaranch. Presiden IOC periode 1980-2001 ini kemungkinan besar hanya satu kali menyaksikan Spanyol menjadi tuan rumah Olimpiade di sepanjang hidupnya, yakni Barcelona 1992.
"Usia saya sudah 89 tahun, mungkin waktu saya semakin dekat. Mungkin Anda (IOC) bersedia memberikan negeri saya kehormatan untuk jadi tuan rumah Olimpiade 2016," demikian ungkap Samaranch sebelum penentuan tuan rumah. Namun, harapan itu hanya tinggal harapan.
Bagaimana dengan Tokyo yang berharap bisa menggelar Olimpiade musim panas keduanya setelah sebelumnya 1964 dan mengikuti jejak negeri tetangganya, China yang menjadi host tahun 2008?
"Saya kehabisan kata-kata. Rasa frustrasi muncul karena kami gagal memberikan kesempatan ini kepada generasi muda. Kami sudah berusaha keras dan melakukan segalanya," ujar wakil pemerintah Tokyo, Hiroshi Sato.
"Memang mengecewakan, namun kami akan kembali maju untuk Olimpiade 2020," demikian ujar Kenta Takaya, salah satu anggota tim sukses Tokyo.
Kegagalan memang menyisakan rasa kecewa. Namun, di balik kekecewaan itu siapa pun harus bisa bangkit, kembali berjuang, dan pantang menyerah.
Selamat, Rio. Jangan menyerah Chicago, Tokyo, dan Madrid.
Foto: Salah satu warga Amerika Serikat yang bersedih usai Chicago gagal menjadi tuan rumah Olimpiade 2016 (AFP/Jim Prisching) (nar/a2s)











































