Meski Laos yang menjadi tuan rumah, para pengurus olahraga Thailand lah yang menjabat susunan panitia penyelenggara. Karena alasan itulah mereka memiliki kesempatan besar untuk melihat kekuatan tim lain.
"Bayangkan saja, kantor LOC aja ada di Pattaya. Pengurus semua juga kebanyakan dari mereka," tukas Sekjen PABBSI, Alamsyah, kepada wartawan di gedung KONI, Jakarta, Selasa (12/10/2010) siang WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kuota untuk satu nomor harus ada tiga atlet, jika tidak terpenuhi maka tri atau eko hanya bisa jalan-jalan. Apalagi setiap negara hanya boleh mengikuti satu atlet untuk satu nomor," jelas Alamsyah.
Indikasi niat mereka juga terlihat dari selalu berubahnya handbook pertandingan. Bahkan beberapa hari lalu, mereka mengubah kelas dari delapan putra dan tujuh putri menjadi 7putra dan 6 putri. Padahal hal tersebut menyalahi aturan Olimpiade.
Untuk menyiasati supaya tidak terjadi kecurangan, PABBSI sudah melakukan komunikasi dengan Malaysia dan Filipina agar mereka dapat tampil di semua nomor terutama kelas yang diikuti tim Indonesia.
Selain untuk menguntungkan diri mereka sendiri, Thailand jelas berniat untuk membantu tuan rumah untuk dapt meraih medali emas. "Berbagai cara mereka lakukan untuk kepentingan laos," tambah Alamsyah.
Terlepas dari kemungkinan terjadinya kecurangan, PABBSI akan memberangkatkan sembilan atlet yang terdiri dari lima putra dan empat putri. Untuk putra baru tiga atlet yang dipastikan masuk skuad yakni Triyatno, Eko dan Sandow. Sedangkan untuk putri masih baru ada dua atlet, Ni luh Sinta Darmariani dan Lisa Rumbewas.
(din/krs)











































