Andi ditunjuk menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olah raga pada kabinet Indonesia bersatu jilid II. Lulusan Fisipol UGM ini akan menjadi orang nomor satu untuk bidang olahraga di tanah air selama lima tahun mendatang.
Andi menggantikan Menegpora sebelumnya, Adhyaksa Dault. Seperti halnya dengan beliau-beliau yang menduduki jabatan tersebut pada periode silam, pria kelahiran 14 Maret 1963 ini akan menjadi sandaran bagi atlet-atlet tanah air terutama untuk hal-hal yang berhubungan dengan birokrasi pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain yang diharapkan banyak mengalami perubahan adalah soal nasib dan kesejahteraan atlet. Banyak ditemukan kasus mantan atlet berprestasi namun tak dapat kehidupan yang layak setelah memasuki masa purna bakti.
"Meski saya hanya mengenalnya lewat koran, semoga dia merupakan sosok yang dapat mengangkat prestasi Indonesia," tutur gelandang tim nasional, Ponaryo Astaman dalam perbincangannya dengan detiksport.
"Peran seorang menteri itu sangat penting. Karena di Indonesia pendanaan olahraga itu masih sangat bergantung pada pemerintah," sambungnya.
Nada positif juga dilontarkan oleh Direktur Ikatan Motor Indonesia (IMI), Irawan Sucahyo. Menurutnya untuk dapat berprestasi dan dikenal di mata dunia keberadaan seorang Menegpora sangat diperlukan.
"Saya sangat menyambut baik atas terpilihnya pak Andi. Saya menaruh harapan besar pada beliau meski sejauh ini saya hanya tahu pak Andi lewat media massa.
"Untuk membangun olahraga itu diperlukan adanya kerjasama. Dan yang kami targetkan adalah perbaikan prestasi dan banyaknya even international di tanah air."
Keyakinan yang begitu tinggi juga muncul dari pernyataan bintang basket, Denny Sumargo. Peraih Rookie of The Year tahun 2001 itu sangat optimistis kepada Andi karena menurutnya yang paling dibutuhkan oleh seorang Menegpora adalah rasa cinta pada olahraga.
"Saya kebetulan mengenal banyak profilnya karena sama-sama dari Makasar. Saya melihat pak Andi merupakan sosok yang cukup menggemari olahraga. Jadi saya yakin dia dapat membawa angin segar bagi bidang olahraga dan melanjutkan hal positif yang telah dilakukan pada masanya pak Adhyaksa," terangnya.
Namun bukan hanya permasalahan peningkatan prestasi itu saja yang disandarkan pada Andi. Persoalan soal jaminan hidup seorang atlet pada masa pensiun juga lebih diperhatikan. Demikian yang diungkapkan bintang bulu tangkis, Taufik Hidayat.
"Di masa sekarang, akan semakin sedikit orang yang menjadi atlet. Seandainya pemerintah bisa meminta satu perusahaan nasional untuk memberikan pensiun bagi satu saja atlet berprestasi, saya rasa akan banyak anak muda yang ingin menjadi atlet," tuturnya di situs KONI. (din/key)











































