Dua emas berhasil disumbangkan Triyaningsih di SEA Games XXV. Pelari putri bertubuh mungil, 146 cm/37 kg, tersebut berjaya di nomor lari 5.000 meter dan nomor 10.000 meter.
Triyaningsih juga memecahkan rekor SEA Games dengan waktu 32 menit 49,47 detik. Catatan waktu tersebut lebih baik dari rekor lama atas nama atlet Indonesia Supriati Sutono yang telah bertahan selama delapan tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bonus diberikan karena Triyaningsih yang bernaung di klub Kereta Api Atletik Klub (Lokomotif) Salatiga juga adalah atlet binaan dari PT KA. Acara penyerahan bonus ini sendiri dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT KA Ignasius Jonan di Kantor PTKA Divisi Jabotabek, Jl Juanda IB, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2009).
Selain Triyaningsih, PT KA juga memberikan bonus kepada pelatihnya, Alwi Mugiyanto. Untuk sang pelatih yang telah berjasa menggembleng anak asuhnya tersebut, diberikan bonus sebesar Rp 40 juta.
Bonus serupa juga pernah diterima Triyaningsih dan Alwi dua tahun silam, setelah sang atlet tampil apik dalam menggondol emas di SEA Games 2007 dan memecahkan rekor 5.000 meter di ajang tersebut.
Bonus-bonus serupa bukan tak mungkin akan terus dipetik Triyaningsih mengingat prestasinya di trek lari yang memang mengilap. Sebelumnya dia juga sudah menuai sukses di Brunei dan Penang (2005),Β Singapura (2006), SEA Games 2007 dan kini SEA Games 2009.
(krs/arp)











































