Triyaningsih Awalnya Perlu Dirayu

Triyaningsih Awalnya Perlu Dirayu

- Sport
Senin, 21 Des 2009 17:45 WIB
Triyaningsih Awalnya Perlu Dirayu
Jakarta - Triyaningsih sudah bikin bangga Indonesia dengan sejumlah prestasinya di trek lari. Siapa kira kalau pada awalnya, "kaki-kaki emas" gadis 22 tahun itu harus dibujuk dulu agar mau berlari di lintasan.

Sejumlah prestasi sudah ditorehkan Triyaningsih di lintasan lari. Sebut saja misalnya kesuksesannya di Brunei dan Penang (2005),Β  Singapura (2006), SEA Games 2007 dan terakhir SEA Games 2009.

Dalam capaian teranyarnya, Triyaningsih si pemilik tinggi tubuh 146 cm dengan berat 37 kg tersebut bukan hanya meraih sepasang medali emas di dua nomor lari, 5.000 meter dan 10.000 meter putri, tapi juga mencatat sebuah rekor baru di SEA Games.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Torehan dari Triyaningsih ini jelas membanggakan. Uniknya, jika ditilik lagi, adik kandung pelari jauh Ruwiyati tersebut dulu malah tidak mau dan tak berniat mendalami dunia lari.

"Setengah tahun saya ngerayu. Awalnya tidak senang. Kita yang didik," ungkap pelatih Triyaningsih, Alwi Mugiyanto, saat berbincang dengan detiksport usai acara penyerahan bonus dari PT KA di Kantor PTKA Divisi Jabotabek, Jl Juanda IB, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2009).

Usai bujuk rayu Alwi selama setengah tahun itu, Triyaningsih juga belum mantap berlari. Baru setelah sekitar dua tahunan hati dan kakinya mulai teguh berlari di lintasan. "Awalnya memang hanya ikut-ikutan, hanya coba-coba, sekarang jadi profesi," lugas Triyaningsih.

Kesabaran Alwi tak kenal lelah membujuk Triyaningsih ternyata juga menyimpan cerita tersendiri. Ternyata sejak kali pertama melihat Triyaningsih sekitar medio Agustus 2003, Alwi telah melihat bakat besar yang terpendam dalam tubuh mungil sang gadis.

"Tungkainya memenuhi kriteria. Lubang hidungnya juga memenuhi kriteria, besar, artinya bagus untuk keluar masuk nafas, (pengaruhnya) ke kapasitas jantung," kenang Alwi.

Merasa sudah menemukan "berlian belum terasah", Alwi pun maju terus meski Triyaningsih awalnya enggan menekuni dunia lari. Alwi bahkan tegar berdiri saat deraan cibiran menghampiri. "Saat itu pakar dengan menghina bilang larinya mundur. Tapi saya sudah punya feeling bagus," serunya.

Feeling Alwi memang terbukti tajam dan para pihak yang pernah mencibir kini niscaya harus menelan bulat-bulat hinaan mereka sebelumnya karena di bawah arahan Alwi, Triyaningsih terbukti sudah menjelma jadi salah satu atlet kebangaan Indonesia.

Jangan lelah berlari mengejar prestasi, Triyaningsih!


(krs/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads