ADVERTISEMENT

Kaleidoskop Sport (Agustus)

Problem Fisik Kalahkan Stoner dan Schumacher

- Sport
Senin, 28 Des 2009 07:00 WIB
Jakarta - Bukan cuma lawan yang lebih cepat atau lebih cerdas yang bisa menghentikan Casey Stoner dan juga Michael Schumacher. Adalah masalah fisik yang memaksa pembalap MotoGP dan mantan pembalap F1 itu harus memendam keinginannya mengukir catatan apik di tahun ini.

MotoGP 2009 bisa dikatakan musim yang berat bagi Stoner. Penampilan pembalap Ducati ini sering terganjal oleh masalah fisik. Keluhan pertama datang ketika ia meraih tempat ketiga di GP Catalunya. Di seri selanjutnya di GP Belanda, Stoner kembali finis di podium ketiga. Alasan fisik kembali ia utarakan sebagai kegagalannya menjadi juara.

Sejak itu, pencapaian Stoner terus menurun. Hingga pada akhirnya ia hanya finis ke-14 di GP Inggris. Dua pekan setelah GP Inggris, Stoner menyatakan bakal absen dalam tiga seri guna memulihkan kondisi fisiknya.

Selanjutnya tempat juara dunia 2007 ini digantikan oleh Mika Kalilo. Absen di tiga balapan tentu saja mempengaruhi pada perolehan poin Stoner dan itu membuatnya kehilangan kans untuk menjadi raja MotoGP musim ini.

Schumi Batal Comeback
Dari ajang jet darat, kabar soal kembalinya Michael Schumacher ke lintasan balap berakhir antiklimaks. Heboh dan gencarnya pemberitaan soal comeback-nya juara dunia tujuh kali itu akhirnya berakhir dengan satu kepastian yang di luar ekspektasi: batal.

Alasan Schumi adalah fisiknya dinilai tidak siap untuk kembali bertarung di kompetisi yang keras ini, salah satunya karena bekas cedera di bagian kepala dan lehernya, dari insiden motor bulan Februari lalu, dianggap menjadi penghalang.

Schumi sebenarnya sudah melakukan berbagai persiapan untuk comeback, termasuk melakukan beberapa tes di markas Ferrari. Namun, ia masih merasakan efek dari cedera di atas, sehingga memutuskan batal.

SM Britama Juara IBL 2009
Satria Muda Britama sukses menjadi raja di kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2009 usai mengatasi lawannya di partai puncak, Aspac.

Dalam final yang memainkan sistem best of five games ini, Aspac sebenarnya mampu mencuri partai pertama dengan kemenangan 76-73. Namun di tiga laga selanjutnya giliran SM yang berjaya. Anak buah Fictor Roring sukses menundukkan Aspac dengan skor 60-43 di game kedua dan 53-43 di game ketiga.

SM memastikan gelar dalam game keempat yang digelar di Hall Basket Senayan, Jakarta, Minggu (2/8/2009), dengan kemenangan 85-72. Inilah gelar juara kelima untuk SM di ajang IBL, atau yang keempat mereka raih secara beruntun alias four-peat.

(nar/arp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT