Penilaian tersebut muncul dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR-RI dengan para kepala daerah calon tuan rumah SEA Games di Gedung DPR RI, Senin (15/2/2010).
"Secara pribadi saya menilai Sumsel lebih siap ketimbang empat daerah lainnya. Pasalnya, mereka telah membangun sejumlah sarana dan prasarana baru di Kompleks Olahraga Jakabaring dengan dana gotong-royong. Sementara, daerah lainnya masih menunggu kucuran dana dari APBN untuk memulai persiapan karena APBD mereka tidak mencukupi," kata Utut Adianto kepada wartawan, Senin (13/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa memang DKI Jaya tak ada urgensinya untuk ikut mencalonkan diri. Fokus daerah ini hanya soal penanganan banjir dan kemacetan lalu lintas. Selain itu, jika SEA Games digelar di Jakarta dikhawatirkan tak banyak penonton yang menyaksikan. Tapi sebaliknya justru di daerah SEA Games akan ditonton banyak orang karena merupakan kebanggaan bagi mereka, daerahnya bisa menggelar perhelatan itu," sambung Utut mengenai peluang DKI Jakarta jadi salah satu tuan rumah.
Ia juga mengatakan, karena DKI Jaya tidak termasuk daerah yang ditunjuk oleh Jusuf Kalla ketika itu, maka rencana 12 cabang olahraga (cabor) yang akan digelar di Ibukota sebaiknya dilimpahkan kepada Sumatera Selatan (9 cabor) dan Jawa Tengah (3 cabor).
Ketika ditanyakan kemungkinan perhelatan SEA Games nanti hanya difokuskan kepada satu daerah saja yakni Sumatera Selatan yang dinilai lebih siap. Utut menilai semua keputusan itu akan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres).
"Nantinya akan dibentuk Panitia Kerja (Panja) SEA Games DPR yang akan merekomendasikannya kepada Presiden yang dituangkan melalui Perpres. Bisa saja terjadi keputusan SEA Games hanya digelar di satu provinsi saja. Itupun tergantung pada keputusan Presiden jika memang beliau melihat untuk menggelar di tiga provinsi dananya terlalu boros," tandas pecatur yang berpredikat Grand Master (GM) itu.
(mrp/din)











































