"Saya cuma bertanya kepada panitia, mengapa nama Siska muncul dalam seleksi Pelatda, satu sisi dia sendiri tidak lulus dalam delapan besar Porda Riau di Kabupaten Bengkalis tahun lalu. Rupanya pertanyaan ini yang menyinggung Siska lantas dia menjambak dan meninju wajah saya sebanyak tiga kali,β kata Harnini ibu orang empat anak itu saat ditemui detikcom, Sabtu (20/02/2010) di kediamannya, Simpang Tiga, Pekanbaru.
Saat ditemui, mata sebelah kirinya masih terlihat bekas memar. Guratan merah di bawah matanya masih terlihat jelas. Bekas memar itu tidak lain akibat dibogem mentah Siska Amelia atlet renang sekaligus karate itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harnini menilai, seleksi Pelatda yang diselenggarakan tersebut terindikasi adanya kecurangan. Dia sendiri mengaku dua anaknya juga atlet renang, namun kedua anaknya memang tidak lulus untuk seleksi Pelatda. Dia datang ke Gor tersebut hanya memberikan dukungan pada ponakannya yang lulus seleksi.
Dia menjelaskan, sesuai dengan surat yang diterima dari Dinas Pendidikan Olahraga Provinsi Riau, untuk mengikuti seleksi Pelatda ini hanya 16 atlet renang yang diundang. Mereka terdiri dari kelompok wanita dan pria. Dari jumlah itu nantinya hanya akan diambil 5 orang, 3 pria dua wanita.
"Nama Siska tidak muncul dalam undangan itu. Tapi dia tiba-tiba ikut seleksi. Panitia beralasan hanya sekedar sparing. Padahal ada aturan atlet yang ikut sparing minimal memiliki kemampuan yang sama. Tapi Siska sendirikan tidak memiliki kemampuan sebagai sparing. Saya melihat ada pemaksaan kehendak, padahal olahraga inikan bisa kita lihat kasat mata mampu apa tidak atlet itu,β kata Harnani.
Dia menyayangkan panitia Pelatda yang dianggapnya menabur kecurangan untuk merekrut atlet Riau dalam menghadapi PON 2012 sebagai tuan rumah.
"Kita selaku orangtua yang juga punya anak atlet, kiranya seleksi atlet apapun panitia jangan melakukan kecurangan. Jangan memaksakan atlet yangh tidak berprestasi untuk berlaga hanya karena atlet tersebut memiliki jaringan yang kuat melobi panitia. Kalau seleksinya seperti ini, maka olahraga kita tidak akan pernah maju," kata Harnini.
(key/key)










































