Tahun ini, Proliga akan diikuti oleh 10 tim. Lima di bagian putra, yakni Surabaya Samator, Jakarta Sananta, Palembang Bank Sumsel Babel, Bantul Yuso Gunadarma dan Jakarta BNI 46, serta lima di bagian putri, yaitu Jakarta Electric PLN, Jakarta BNI 46, Gresik Petrokimia, Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta TNI AU.
Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu di mana bagian putra diikuti oleh enam tim dan bagian putri diikuti enam tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk ikut Proliga, bukan cuma siap pertandingan, tapi juga manajemen, taktik dan pemilihan pemainnya," kata Hanny dalam konferensi pers di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (23/2/2010).
"Banyak klub yang manajemennya belum bagus, sehingga belum mampu mengikuti kompetisi seperti ini," lanjut Hanny.
Meski jumlah pesertanya berkurang, Hanny berani menjanjikan kualitas kompetisi kali ini akan lebih baik. Pasalnya, ada beberapa perubahan yang dilakukan demi menciptakan kompetisi yang lebih baik.
Beberapa perubahan tersebut di antaranya adalah sistem kompetisi penuh yang berarti setiap tim akan saling bertemu dua kali. Sistem kompetisi penuh juga membuat babak Final Four akan digelar dua kali.
Selain perubahan sistem, Proliga 2010 juga akan memperkenalkan sejumlah aturan baru yang telah diimplementasikan di SEA Games 2009 lalu, seperti diperbolehkannya pemain menyentuh net.
"Sistem ini untuk lebih mengasah kemampuan para pemain dan tim. Sebagai gambaran, untuk mencapai tangga juara, sekarang sebuah tim harus bermain sampai 15 kali. Kalau tahun lalu cuma 12 kali," kata Hanny.
"Dengan demikian, tim yang jadi juara nanti telah sangat teruji dan harus bekerja keras," cetusnya.
(arp/a2s)











































