Sepuluh tim, lima di bagian putra dan lima di bagian putri, akan memulai berjibaku untuk menjadi klub voli terbaik di Indonesia di GOR Bhinneka Solo, 26-28 Februari mendatang.
Juara bertahan di kelompok putri, Jakarta Electric PLN, mengaku telah mempersiapkan diri untuk mempertahankan titel yang mereka rebut tahun lalu dengan mengalahkan Surabaya Bank Jatim itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proliga mewajibkan tiap tim untuk memiliki pemain asing. Setiap tim diperbolehkan mengontrak tiga pemain asing, dengan maksimal dua orang yang diturunkan ke lapangan.
"Untuk sementara ini kami memakai dua pemain asing saja dulu, dua-duanya dari Thailand," ujar Victor. Dua pemain asing Electric adalah H Amphor sebagai pemain all round dan Jutharat Montripilia selaku open spiker.
Sebagai pesaing terberat, Victor menunjuk Jakarta BNI 46. "Mereka harus diwaspadai," katanya.
Sementara itu, manajer Jakarta TNI AU Nelson Noak menyatakan, sebagai tim pendatang baru, kubunya menargetkan untuk dapat mengimbangi tim-tim lain yang sudah lebih dahulu berkecimpung di Proliga.
Dari segi komposisi, 75 persen pemain Jakarta TNI AU adalah prajurit TNI. Sisanya direkrut dari SMA Ragunan, eks pemain Petrokimia Gresik dan Bandung Tectona. Untuk pemain asing, TNI AU mengontrak pemain asal Trinidad dan Tobago.
"Para pemain kami rata-rata berusia 17-24 tahun. Kami memakai para pemain muda karena masa depannya masih panjang. Untuk pemain asing, akan datang dalam beberapa hari ini," kata Nelson.
Dari kelompok putra, optimisme juga terpancar dari ucapan Hari Trisnardjo, manajer juara bertahan Surabaya Samator.
"Sejak mengikuti Proliga 10 tahun lalu, kami adalah satu-satunya tim yang tidak pernah terlempar dari empat besar. Saya pikir ini patut diapresiasi. Tanpa merendahkan kualitas tim lain, kami siap mempertahankan gelar," tukas Hari.
Foto: Pelatih Jakarta Electric PLN Victor Laiyan dan manajer Jakarta TNI AU Nelson Noak. (detiksport/Arya Perdhana)
(arp/fjp)











































