Sebelumnya, Gresik Petrokimia menundukkan Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN, tiga pekan lalu di Solo. Pekan lalu, di Jakarta, tim yang selalu
tampil sejak Sampoerna Hijau Voli Proliga digelar pertama kalinya pada tahun 2002, mampu mengalahkan Jakarta TNI AU.
Dari empat kali pertandingan, Gresik Petrokimia telah mendulang nilai tujuh. Nilai yang sama juga dikumpulkan oleh Jakarta BNI 46. Meskipun begitu, rasio skor Gresik Petrokimia lebih tinggi dibanding Jakarta BNI 46 sehingga Petrokimia juara putaran pertama dengan rasio skor 1.179. Sedangkan Jakarta BNI 46 hanya mengumpulkan 1.078.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi open spiker dipercayakan kepada dua pemain asingnya, Hu Qifeng dan Liu Mengya, sedangkan quick spiker diisi Windasari dan pemain nasional lainnya Maya Kurnia Indri.
Tosser muda Aprilia Maharani tetap menjadi andalan untuk mengatur serangan. Yulis Indahyani masih menempati posisi libero. Sial bagi Petrokimia, Yulis harus meninggalkan arena pada set ketiga karena mengalami cedera setelah terjatuh. Posisinya kemudian digantikan oleh Maya Napalina.
Pertandingan tersebut tidak saja duel otak dua pelatih asal Cina, Huang Miancheng (Jakarta BNI 46) dan Qi Lixia (Gresik Petrokimia), tetapi juga empat pemain dari negara yang sama. Jakarta BNI 46Β juga mengandalkan dua pemain dari negeri tirai bambu itu, yaitu Wang Ting dan Huo Xuan.
Tetapi pada akhirnya Gresik Petrokimia akhirnya menelan kekalahan. Disebut oleh Lixia, kekalahan ini terjadi lantaran Yulis cedera dan ada salah satu andalannya, Qifeng, mengalami masalah pada lututnya.
"Kami kurang beruntung karena libero kami cedera, sedangkan penggantinya belum siap. Pemain kami yang lain juga ada yang cedera lutut," kata Lixia melalui penerjemahnya.
(roz/mrp)











































