Pertandingan arum jeram ini menjadi kalender tetap Federasi Rafting Internasional (IRF) dan digelar setiap dua tahun sekali. Untuk pertama kalinya turnamen ini dihelat di Asia Tenggara dan diikuti tujuh negara dan 200 peserta.
Ketujuh negara itu adalah Malaysia, Iran, Kazakhstan, Turki, Rusia, Slovakia dan Indonesia sebagai tuan rumah. Biaya mengikuti turnamen ini adalah 100 dollar Amerika Serikat per orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKepercayaan yang diberikan oleh International Rafting Federation, tentunya tidak akan kami sia-siakan sebagai sebuah kepercayaan yang akan menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan atlet-atlet nasional kita, terutama di cabang olah raga arung jeram,β ungkap Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin AS selaku Ketua Harian PB FAJI dalam jumpa pers di markas Korps Marinir, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (15/4/2010) sore WIB,
Indonesia akan menurunkan atlit terbaik hasil seleksi nasional di Kejurnas Arung Jeram Banten, Desember 2009. Dengan begitu diharapkan target meraih gelar juara bisa diraih.
"Saya berharap dengan kita jadi tuan rumah, itu akan jadi keuntungan tersendiri bagi kami karena setidaknya kami mengetahui bagaimana medan di sungai sana," tukas Ikin lagi.
βKami dengan persiapan yang optimal yang dilakukan di Jawa Barat dan Sulawesi Utara, berusaha penuh untuk mencapai target menjadi Juara Umum pada kejuaraan tahun ini. Kami mohon dukungan dari semua pihak untuk tercapainya target tersebut,β timpal atlit arung jeram Indonesia, Andi Suherli.
Pertandingan ini selain memiliki acara utama lomba Sprint, Head to Head, Slalom dan Down River Race dengan perahu karet. Untuk menyemarakkan kejuaraan itu, panitia juga akan mempertandingkan Kayak dan River Boarding sebagai bagian dari pesta arung jeram terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia.
Selain membawa nama Indonesia dalam lingkup kegiatan olah raga kompetisi, arung jeram juga erat kaitannya dengan dunia pariwisata terutama wisata alam.
βKami tentunya berharap terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Australasian Rafting Champs 2010, tidak hanya membawa angin segar bagi perkembangan cabang olah raga arung jeram di Indonesia, akan tetapi juga membuka mata dunia tentang Indonesia terhadap banyak hal,β tutup Ikin.
(mrp/din)











































