Berlaga di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jumat (30/4), Jakarta Electric PLN mengalahkan Gresik Petrokimia dengan 3-2 (20-25, 26-24, 25-22, 16-25, 15-11).
Gresik Petrokimia, yang mengandalkan pemain lokalnya, memberikan perlawanan sejak set pertama. Serangan yang dibangun lewat Aprilia Maharani yang didukung dua pemain China, Liu Mengya dan Hu Qifeng, sulit dihadang para pemain Jakarta Electric PLN. Set pertama pun dimenangi oleh Gresik Petrokimia dengan mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki set ketiga, Jakarta Electric PLN menguasai keadaan dan terus memimpin dari awal hingga akhir. Namun, keadaan itu berbalik arah pada set berikutnya. Jakarta Electric PLN benar-benar dibuat tak berdaya yang membuat Gresik Petrokimia berada di atas angin dan menang 25-16.
Memasuki set kelima yang merupakan set penentuan, pertarungan berjalan sengit dengan kedua tim sempat saling susul. Namun setelah memimpin 8-6, Gresik Petrokimia tak mampu membendung serangan lawannya. Mereka akhirnya kalah 11-15.
"Kita sudah membaca kelemahan Gresik Petrokimia, dan kami sudah melakukanΒ berbagai perbaikan. Main pertama yang bermain mental. Kemenangan ini modal yang sangat bagus bagi kami di pertandingan-pertandingan berikutnya," ungkap pelatih Jakarta Electric PLN, Viktor Laiyan, dalam rilis yang diterima detiksport.
Sementara itu, manajer tim Gresik Petrokimia, Syamsul Huda, menyebut kalau kekalahan tersebut terasa sangat mengecewakan karena sebenarnya dari awal para pemainnya sudah dalam suasana yang kondusif. "Sayangnya, para pemain kami tegang dan banyak melakukan kesalahan sendiri terutama di set penentuan. Kini, kami harus kerja keras untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," katanya.
(din/din)











































