Samator mengatasi BNI 46 3-1 (22-25, 26-24, 25-18, 25-16) di laga terakhir babak final four di GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (9/5/2010) malam.
Kemenangan itu membuat nilai yang dikumpulkan tidak mungkin dikejar lagi oleh pesaing utama mereka, Palembang Bank Sumsel Babel. Ada pun di laga yang dimainkan setelah Samator vs BNI, Palemabng Bank Sumsel Babel mengalahkan Jakarta Sananta 3-0 (25-13, 25-15, 28-26).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bersyukur bisa lolos ke partai final, karena kami terseok-seok di babak reguler dan empat besar. Masih banyak hambatan dan permainan kurang stabil," kata manager Surabaya Samator, Hari Trisnardjo dalam rilis yang diterima detiksport.
Senada dengan Hari Trisnardjo, kapten tim Ayip Rizal mengatakan, timnya gembira yang mendapatkan satu tiket ke final. "Kunci kemenangan tadi karena kami dapat memanfaatkan kesalahan lawan, untuk mencetak point demi point," katanya.
Pada laga tersebut, pelatih Jakarta BNI 46 asal China, Hu Xinyu melakukan perubahan yang sangat mendasar mulai pertengahan set kedua. Kapten tim Loudry Maspaitella diganti oleh tosser kedua yang selama ini hampir tidak pernah diturunkan, Ariyanto. Pergantian hingga set terakhir ini mengakibatkan tumpulnya serangan juara tiga kali itu. Ariyanto banyak sekali melakukan umpan yang tidak akurat sehingga gagal menghasilkan serangan yang mematikan.
Jakarta BNI 46 hanya memasang satu pemain asing di setiap setnya, tidak seperti pada laga-laga sebelumnya. Pemain asal Amerika Serikat, Nick Scheftic diturunkan pada dua set awal, sedangkan pemain asal Argentina, Franco Giacheta dimainkan pada set ketiga dan keempat.
Maruf Herlambang yang tampil baik pada dua laga sebelumnya hanya ditampilkan di set pertama. Begitu juga dengan Rudi Tirtana. Hu Xinyu menampilkan empat pemain lapis kedua, seperti Ahmad Magdi, Agung Seganti, Khasoni Mufid, dan Lutfi Ansor sepanjang pertandingan. Komposisi pemain ini tentu saja dimanfaatkan dengan baik oleh tim yang dilatih pelatih China lainnya, Li Qiujiang itu.
"Kami tidak memberi kemenangan ke tim lain (Surabaya Samator) untuk lolos ke final. Kami tidak mau menjadi harapan atau menggantungkan pada tim lain," kata kapten Jakarta BNI 46, Loudry Maspaitella.
Menurut Loudry, dia dan juga pelatih Hu justru kecewa dengan penampilan para pemain lapis kedua yang kurang bersemangat, sehingga kesannya memberikan kemenangan ke lawan.
Pertimbangan pelatih memasang pemain lapis kedua, adalah menghindari cedera. "Jangan sampai kejadian yang menimpa saya akan terulang lagi," kata Loudry, yang mengalami cedera pergelangan kaki dua hari sebelum laga itu.
(nar/roz)











































