Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010, akhirnya memasuki babak puncak, setelah sukses diadakan selama 9 pekan di 8 kota sejak 26 Februari lalu. Empat tim siap bertarung di babak Grand Final untuk membuktikan tim mana yang terbaik. Di sektor putra, ada Jakarta BNI 46 dan Surabaya Samator, sementara di sektor putri ada Jakarta BNI 46 dan Jakarta Electric PLN.
Banyak kejutan di Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010. Tim putra Jakarta BNI 46, yang sebelumnya hanya menargetkan masuk empat besar, akhirnya berhasil maju ke Grand Final dan akan berhadapan dengan juara bertahan, Surabaya Samator. Begitu juga di kubu tim putri, Jakarta BNI 46 yang musim lalu menempati posisi ketiga, tahun ini naik peringkat dan siap menjalani laga derby melawan Jakarta Electric PLN sebagai juara bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rilis yang diterima detiksport Yasin Tofani Sadikin selaku Marketing Manager Sampoerna Kretek mengungkapkan, "Kami ucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang terlibat aktif selama perjalanan Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010. Para atlet, klub, official pertandingan, rekan-rekan media, dan yang pasti mitra strategis kami PP PBVSI. Berkat hubungan harmonis yang terjalin baik selama ini, Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010 bisa berjalan lancar dengan menyuguhkan puluhan pertandingan berkualitas."
Hanny Surkatty selaku Direktur Proliga berpendapat, menyebut pertandingan Final ini merupakan pertarungan tim terbaik yang ada di negeri ini. Karena, tim yang lolos ke Final sudah melalui berbagai tahapan dari kompetisi reguler hingga terakhir melalui babak empat besar atau Final Four.
"Kalau sudah tampil di babak puncak, masing-masing tim akan habis-habisan ingin merebut tropi juara. Makanya pertandingan final ini akan berlangsung seru dan menarik,'' ujar Hanny.
Lebih lanjut Hanny Surkatty menambahkan, "Tim yang tampil di Final bukan lagi tim yang sembarangan. Makanya rugi kalau tidak menyaksikan pertandingan Final," tegas Direktur Proliga itu.
Sementara itu, Dasuki Amsir, Manager tim Jakarta BNI 46 memberi komentar, "Kami ingin mengulang sejarah seperti di tahun 2005, yaitu mengawinkan gelar juara tim Putra dan Putri. Satu hal yang saya tanamkan kepada tim adalah dengan meminimalisir kesalahan, karena lawan yang kami hadapi merupakan juara tahun lalu," komentar Dasuki.
Di sisi lain, Viktor Laiyan sebagai pelatih tim putri Jakarta Electric PLN juga optimis dalam menghadapi babak Grand Final ini. "TargetΒ kami adalah mempertahankan gelar juara seperti tahun lalu. Selain memaksimalkan pemain asing, kami juga akan memaksimalkan pemain - pemain lokal," ucap Viktor.
Dari kubu tim putra, Ibarsyah D.T, asisten pelatih Surabaya Samator mengungkapkan, "Dalam persiapan Grand Final ini, kami telah melakukan evaluasi terhadap kesalahan-kesalahan yang kami lakukan di putaran-putaran sebelumya. Seperti blok, serve, dan defense. Untuk bisa meraih gelar juara, kami tak boleh melakukan kesalahan yang sama."
(nar/roz)











































