Pria berpostur tingga-besar itu detiksport temui sedang bersantai di lobi klub house Gading Serpong. Di antara banyak pegolf yang berpartisipasi di WGC, dia menarik perhatian karena ditemani sang istri, yang ternyata juga berpartisipasi di ajang tersebut.
"Dasarnya saya dan istri memang gemar olahraga. Sudah sejak zaman kuliah dulu saya aktif berolahraga, dulu sewaktu kuliah main basket, lalu main softball dan kemudian sekarang main golf," kisah pasangan suami-istri Putranto dan Indri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasrat besar pria 50 tahun itu lolos ke Thailand bukannya tanpa dasar. Putranto yang sempat menjadi kapten tim nasional softball Indonesia di SEA Games XIV di Jakarta tahun 1987 silam ingin kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia melalui bidang yang dia bisa.
"Sampai tahun 1987 saya masih aktif di softball, juga menjadi kapten tim Indonesia di SEA Games. Tapi dengan usia seperti ini gak mungkin lagi masih main softball, tapi kalau di golf ini kan masih bisa. Dengan umur 50 Insya Allah saya bisa mengharumkan nama bangsa," seru Putranto.
Yang membuat Putranto sangat antusias dengan WGC ini adalah adanya pembagian kelas berdasarkan handicap. Ini disebut dia membuka kesempatan buat pegolf paling amatir sekalipun untuk bisa membela Indonesia.
"Sekarangkan sulit membawa nama Indonesia ke dunia kalau bukan lewat olahraga. Apa lagai yang mau kita banggakan? Apa kerusuhannya, korupsinya?"
"Saya yakin semua mantan atlet punya pikiran sama seperti saya. Bagaimana caranya untuk terus membawa Garuda terus berada di dada. Meski kelas saya cuma kelas kambing," lanjut dia berkelakar.
Pernyataan senanda keluar dari sang istri. Mengikuti WGC disebut Indri merupakan bentuk penyaluran yang paling tepat dari hobinya mengayun stik golf.
"Kita kan sudah menghabiskan waktu, uang untuk golf ini. Kenapa tidak kita seriusin. Dan ternyata WGC ini menyediakan. Handicap itu juga memacu saya untuk lebih serius dari sekadar mukul-mukul dan jalan-jalan. Olahraga golf gitu saja nggak menarik, harus ada tantangannya," timpal dokter sekaligus ibu dari dua putri tersebut.
Untuk sementara Putranto punya peluang mewujudkan hasratnya itu karena dia sudah menggenggam tiket ke final Indonesia.
(din/krs)











































