Kekompakan Nomor Satu

World Golfers Championship

Kekompakan Nomor Satu

- Sport
Rabu, 06 Okt 2010 12:20 WIB
Kekompakan Nomor Satu
Jakarta - Berstatus juara bertahan, Indonesia akan mengirim satu kontingen di ajang kejuaraan golf amatir internasional di Thailand. Walaupun golf olahraga individual, kekompakan tim tetap yang nomor satu.

Pada 30 Oktober-6 November di Cha-Am Hua Hin, tim "Merah Putih" akan bersaing dengan puluhan pegolf lain untuk memperebutkan gelar juara dunia. Tim beranggotakan lima pemain dari Divisi A-E (berdasarkan handicap).

Stan M. Mawari selaku kapten Indonesia mengaku optimistis Indonesia bisa tampil baik dan mempertahankan trofi yang dimenangi tahun lalu di Marbella, Spanyol. Setelah Final Indonesia 11-14 Oktober, ia akan mulai menyusun persiapan dan strategi tim sebelum berangkat ke "Negeri Gajah Putih".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah tim terbentuk, akan ada beberapa pertemuan di antara kita, intinya untuk saling mengenal lebih jauh tentang sesama anggota tim. Kenyamanan satu sama lain adalah hal terpenting dalam tim," ujar Stan dalam bincang-bincangnya dengan detikSport di kawasan golf Riverside, Cimanggis, Selasa (4/10).

"Dari hal teknik, saya sudah tahu dan percaya pada kemampuan para pemain. Mereka selama ini sudah terlatih kok. Mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi sebuah pertandingan, termasuk soal fisik dan stamina," sambungnya.

Selain teknik, masalah psikologis pemain adalah yang sangat penting. Dikatakan Stan, golf adalah olahraga individual yang dimainkan dengan perasaan.

"Kalau mau tanding perasaan kita tidak enak, itu pasti berpengaruh pada permainan kita. Pikiran juga. Kalau ada masalah, itu bisa mengganggu. Dalam golf, kendala terbesar adalah bagaimana kita mengatasi diri sendiri."

Sebagai kapten tim, lanjut Stan, dia bertugas menjaga anggota tim supaya tetap rileks dan nyaman. Hal itu semata-mata untuk membangun sebuah tim yang solid.

"Kita akan bersama-sama selama delapan hari, bermain di lapangan yang sama selama 6 hari. Setiap pemain harus saling memberi kenyamanan untuk rekan-rekannya, mulai di lapangan sampai di hotel. Semua punya kelebihan dan kekurangan, tapi itu bisa untuk saling melengkapi dan menutupi. Tak ada kata lain kecuali kekompakan. Kekompakan itu nomor satu."

Selama pengalamannya memimpin tim Indonesia, Stan memberi apresiasi pada kedispilinan pegolf-pegolf Indonesia. Mereka umumnya memiliki kesadaran berdisiplin yang baik. Misalnya, malam setelah bertanding mereka lebih memilih beristirahat ketimbang keluyuran.

"Dalam tim, menang itu adalah kontribusi semua. Kalau kalah, tidak ada satu pihak yang disalahkan," pungkas Stan yang juga presiden direktur World Golfers Championship (WGC) Indonesia itu.
(a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads