Kompetisi Perlu Diperbanyak di Daerah-Daerah

World Golfers Championship

Kompetisi Perlu Diperbanyak di Daerah-Daerah

- Sport
Jumat, 15 Okt 2010 16:52 WIB
Kompetisi Perlu Diperbanyak di Daerah-Daerah
Jakarta - Gelaran World Golfers Championship (WGC) tahun ini dinilai positif untuk menggenjot prestasi para pegolf (amatir) di tanah air. Diharapkan event ini dapat dikembangkan secara lebih merata di daerah-daerah.

"Saya menilai turnamen tahun ini jauh lebih baik dan ketat dari sebelumnya. Main dua hari di tiap final zona, lalu tanding empat hari berturut-turut di empat lapangan yang berbeda. Pegolf dituntut benar-benar siap secara teknik, fisik, dan mentaln" tutur Taufan, juara Indonesia di Divisi E (handicap 21-25).

Ke depan, lanjut pegolf berusia 36 tahun itu, WGC supaya bisa digelar pula di tempat-tempat lain, tidak mesti selalu berkonsentrasi di Jakarta dan sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir banyak pegolf bagus dari daerah-daerah seperti Batam, Surabaya, Bandung, Bali dan lain-lain. WGC bisa diadakan di banyak daerah, sehingga bisa lebih merepresentasikan Indonesia. Untuk final, ya silakan kalau masih harus di Jakarta karena mungkin banyak aspek strategisnya."

Untuk itu Taufak mengharapkan pula dukungan dan pemerintah (kementerian pemuda dan olahraga) karena nantinya para juara WGC akan membela nama negara di kejuaraan dunia. Tahun ini Taufik dan empat pegolf lain akan berjuang di WGC Internasional di Thailand, mulai akhir bulan ini.

"Pemerintah perlu mendukung, juga para sponsor, agar kompetisi golf semakin banyak dan berkembang, apalagi event seperti WGC lebih menekankan prestasi, tidak seperti --katakanlah-- one day tournament, yang kadang-kadang lebih memperhatikan aspek 'asal ramai'," sambung bapak satu anak ini.

Mengenai kemenangannya, Taufan mengaku sangat senang dan tidak menyangka. Tahun lalu ia berpartisipasi tapi bahkan tidak lolos ke final. Di hari terakhir turnamen di Riverside Golf Club, Cimanggis, Kamis(14/10/2010), ia mendulang poin 285 nett, unggul tipis dari Pieter Prinsloo (287) dan Isna Wibowo (289).

"Saya tidak menyangka juga akan bisa membela negara di luar negeri. Saya belum pernah mendapatkan kesempatan seperti ini. Saya lihat, motivasi ini yang diincar semua peserta WGC di sini. Mudah-mudahan kami bisa sukses di kejuaraan dunia," imbuh pria yang baru menggeluti golf sejak dua setengah tahun lalu itu.

Mengenai persiapan menuju kompetisi di Thailand, Taufan mengatakan dirinya akan berlatih bersama rekan-rekannya, terlebih yang akan menjadi rekan tim, selain untuk lebih saling mengenal di antara mereka.

"Kami minta doa dari semua pihak supaya kami bisa tampil terbaik. Insyaallah kami tidak akan terbebani (dengan status juara bertahan), malahan kami semua merasa bersemangat karena ini kesempatan untuk mengharumkan nama Indonesia di mancanegara," pungkas pegolf yang juga menggemari olahraga tenis ini.

(a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads