Pada acara yang mengambil tempat di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Jumat (5/11/2010), tim Indonesia yang akan berjuang di Guangzhou, China, itu diingatkan pula bahwa saat ini bumi pertiwi sedang dirundung berbagai musibah, mulai dari banjir besar di Warsior, tsunami di Mentawai, dan letusan Gunung Merapi.
Meski begitu, kesulitan-kesulitan tersebut dapat pula dijadikan sebuah motivasi tersendiri bagi para atlet untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya. Membawa pulang banyak medali dan prestasi yang membanggakan mungkin bisa memberi hiburan untuk masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menghimbau segala sesuatunya dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar atlet bisa fokus dan berangkat dengan hati yang tegak untuk menang," ujar Andi Mallarangeng.
Indonesia menargetkan empat medali emas dari delapan cabang yang dinilai berpotensi, yaitu bulutangkis, angkat besi, atletik, perahu naga, bola voli pantai, karate, wushu dan boling. Kontingan beranggotakan 296 orang, terdiri dari 212 atlet, 60 pelatih, 20 manajer dan 4 teknisi.
Di Asian Games sebelumnya (2006) di Doha, Qatar, Indonesia menuduki peringkat 22 dengan raihan dua emas, empat perak dan 14 perunggu. "Semoga dengan semangat merah putih kontingen Indonesia mampu memperbaiki peringkat," tambah Andi.
Pada acara pengukuhan ini Menegpora didampingi antara lain oleh Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo dan Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Tono Suratman. Dari ajang Asian Games tahun ini Indonesia diharapkan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi dan belajar sebaik-baiknya demi target menjadi juara umum di SEA Games tahun depan di Sumatera Selatan.
Keberangkatan tim ke Guangzhou dibagi tiga kloter, yakni 6, 8 dan 10 November. Pesta olahraga negara-negara Asia itu berlangsung 12-27 November. Dalam sejarahnya Asian Games didominasi oleh negara raksasa dari Asia Timur: China, Korea Selatan, dan Jepang.
(a2s/a2s)











































