Sampai berita ini diturunkan, Indonesia sudah meraih empat medali emas, sembilan perak, dan sebelas perunggu. Penyumbang medali terakhir adalah karateka Syarief Umar, yang mendulang perak dari nomor kelas +84 kg.
"Alhamdulillah, target minimum (empat emas) sudah tercapai. Secara peringkat dan jumlah medaliΒ (emas), kita sudah naik dua kali lipat dibandingkan Asian Games sebelum di Doha," ujar Menegpora Andi Mallarangeng dalam bincang-bincang dengan detiksport, Rabu (24/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Andi, setelah ini tentu saja akan dilakukan evaluasi menyeluruh. Beberapa cabang misalnya, yang semula diharapkan menuai prestasi tinggi tapi tidak berhasil. Sebaliknya, beberapa cabang lain yang kurang begitu diharapkan, justru tampil melebihi ekspektasi.
"Mudah-mudahan kita masih bisa tambah medali terus. Kita masih punya karate, atletik, dayung, boling, dan beberapa cabang lain. Yang jelas, ini sudah baik," sambungnya.
Menegpora melanjutkan, pencapaian di Guangzhou ini diharapkan menjadi modal dan bekal supaya para atlet memiliki semangat yang lebih kuat untuk meraih prestasi yang semakin baik.
"Sehabis ini kita akan langsung fokus dan latihan lagi untuk persiapan SEA Games (2011 di Palembang). Kita bisa lah jadi juara umum. Setelah peringkat tiga besar di SEA Games 2009, dan tahun ini di Asian Games, ini menjadi momen kebangkitan olahraga kita. Grafik kita naik terus," imbuh Menegpora.
Β
Keterangan foto: Atlet balap sepeda Indonesia Santia Tri Kusuma menyumbangkan medali perak dari nomor Individual Road Race. (Ronald Martinez/Getty Images)
(a2s/krs)











































