Tentang bonus ia mengatakan, hal itu diberikan kepada setiap atlet yang meraih medali, baik yang sifatnya individual maupun tim. Penyumbang emas akan mendapatkan Rp 400 juta, perak Rp 200 juta, dan perunggu Rp 50 juta.
Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan misalnya, yang menyumbangkan emas di cabang bulutangkis, masing-masing berhak mendapatkan bonus Rp 400 juta. Begitu pula dengan tim perahu naga yang terdiri dari 22 orang, masing-masing atlet mendapatkan hadiah yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan bonus ini membuat semua atlet kita semakin terpecut motivasi dan usahanya untuk meraih prestasi lebih tinggi lagi. Ini sebuah bentuk apresiasi kita untuk mereka," tutur Andi.
Dalam wawancara via telepon dengan detikSport, Rabu (24/11/2010), Andi secara berkelakar mengaku "pusing" untuk mengumpulkan dana buat para atlet peraih medali tersebut, karena sejauh ini alokasinya sudah sekitar Rp 8 miliar.
"Tapi ini pusing yang senang, tentu saja, karena berarti atlet-atlet kita berprestasi. Saya malah tidak akan senang kalau anggaran bonus tidak terpakai, karena itu berarti kita minim medali," tutur pria asal Sulawesi Selatan itu.
Andi juga kembali mengemukakan soal prioritas dukungan pada cabang-cabang olahraga tertentu. Prinsipnya, cabor yang berprestasi berhak mendapatkan perhatian dan fasilitas yang lebih besar (dari pemerintah), dibanding cabor yang kurang berprestasi.
"Dalam olahraga itu tidak ada prinsip 'sama rata, sama rasa'. Itu tidak mungkin. Harus ada prioritas, mana yang berpotensi dan berprestasi, mana yang tidak. Yang jelas-jelas berprestasi, tentu saja harus dapat dukungan besar. Sebaliknya, yang tidak atau belum berprestasi harus mengerti lah. Prestasi dulu, baru minta (fasilitas)," tuturnya.
Ia mencontohkan, cabang perahu naga -- banyak atletnya adalah nelayan -- tidaklah populer di Indonesia tapi mereka terbukti berprestasi tinggi buat negara. Tapi sepakbola, kendati paling populer, faktanya sudah sangat lama tidak melahirkan prestasi yang membanggakan, padahal masyarakat senantiasa berharap.
(a2s/krs)











































