1.500 Atlet Penyandang Catat akan Berkompetisi di Riau

1.500 Atlet Penyandang Catat akan Berkompetisi di Riau

- Sport
Kamis, 13 Jan 2011 17:14 WIB
Solo - Pemerintah Provinsi Riau yang ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara National Paraliympic Commitete (NPC) menyatakan telah siap menghajat event olahraga besar untuk penyandang cacat tersebut. 

Kesiapan prasarana serta berbagai kebutuhan lainnya itu disampaikan Ketua KONI Riau, Rusli Zainal dalam rapat koordinasi PB PON dengan Pimpinan Pusat (PP) NPC di Hotel Best Western di Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/01/2011).

Menurut Rusli yang juga Gubernur Riau ini, pemerintah daerah telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk pelaksaan event nasional penyandang cacat tersebut. 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengingat Riau menjadi tuan rumah PON XVIII, maka mulai sekarang Riau sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Dengan harapan, pelaksanaan NPC nanti tidak ada lagi kendalanya. Kita siap menggelar acara tersebut," kata Rusli Zainal.

Selaku tuan rumah PON XVIII tahun 2012 mendatang, Provinsi Riau juga berterima kasih telah ditunjukan pelaksanaan NPC tingkat nasional.

"Rapat koordinasi ini kita hadiri guna mendapatkan langsung masukan dari pengurus NPC sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan tersebut. Masukan ini perlu, agar kita dapat segera menambah kekurangan sarana dan prasarana untuk even olah raga penyandang cacat tersebut," kata Rusli.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat NPC Senny Marbun menjelaskan, pelaksaan nasional NPC di Riau akan dilaksanakan  6-13 Oktober 2012. Pelaksanaan NPC akan menggelar 11 cabang olahraga olahraga antara lain  catur, renang, tenis meja, bulutangkis, futsal, bola volli.

"Pelaksanaan NPC ini akan diikuti 1.500 atlet dan 500 ofisial. Kami juga berterima kasih kepada Gubernur Riau yang mau hadir dalam rapat koordinasi ini di Solo," kata S. Marbun.

Selaku Ketua PP NPC, S Marbun mengharapkan pelaksanaan olahraga penyandang cacat ini mendapat dukungan sepenuhnya dari KONI Pusat dan PB PON di Riau.

"Kami selaku penyandang cacat juga perlu perhatian dari semua pihak. Acara ini nantinya akan diikuti 30 provinsi di Indonesia. Ini juga sebagai motivasi agar tidak ada perlakuan yang  berbeda dengan penyandang cacat," ujar S. Marbun.

Ia juga mengingatkan kepada tuan rumah, bahwa selain sarana olaharag, pihak tuan rumah harus mempersiapkan juga kebutuhan kamar mandi untuk para atlet. Ini perlu, mengingat kebutuhan kamar mandi penyandang cacat tidak sama dengan kebutuhan orang normal.

"Persediaan kamar mandi untuk penyandang cacat misalnya, pintu harus bisa masuk kursi roda dan ada WC yang disediakan tiang penyanggah di sampingnya untuk pegangan para atlet cacat."

Dia juga mengingatkan, bahwa transportasi yang dibutuhkan para atlet juga berbeda. "Bus yang disediakan tidak sama dengan bus pada umumnya. Yang dibutuhkan justru bus tanpa tempat duduk," tuntas S. Marbun.

(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads