Β
Pelelangan itu dilakukan setelah Elly "bertarung" tiga ronde melawan Gubernur Riau Rusli Zainal di sasana tinju Pertina Riau Di Jl. Yos Sudarso, Pekanbaru, Sabtu (22/1/2011),Β yang menarik perhatian warga setempat, sehingga sampai memacetkan jalan.
Setelah keduanya "beradu jotos" -- berakhir seri --, Rusli memimpin pelelangan sarung tinju berwarna merah dan biru yang habis mereka pakai, yang diklaim berstandar internasional.
Awalnya sarung tinju itu dihargai Rp 1 juta, lalu naik Rp 2 juta. Penawaran terus menaik menjadi Rp 5 juta, Rp 30 juta dan tertinggi Rp 45 juta. Harga tertinggi itu datang dari mantan Walikota Kota Dumai, Wan Syamsir Yus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana yang terkumpul ini belum seberapa dengan perjuangan Bung Elly yang sudah membawa lagu Indonesia Raya berkumandang di mata dunia internasional. Kita juga menyadari masih minimnya perhatian kita terhadap atlet yang telah membawa nama harum bangsa. Dan sekarang Bung Elly sudah bekerja di KONI Pusat. Sumbangan ini bentuk rasa hormat kita kepada Bung Elly," kata Rusli Zainal yang disambut tepuk tangan meriah oleh lebih dari 300 penonton yang memadati sasana.
Di atas ring, Elly terlihat terpaku atas sambutan yang begitu hangat terhadap dirinya. Ia diberi kesempatan untuk menandatangani dua sarung tinju yang berhasil dilelang itu. Senyum sumringah terpancar dari wajah Elly.
Elly yang sudah masuk usia 50 tahun ini, kondisi fisiknya memang sudah tidak segagah di masa kejayaannya.Β Di telinganya terpasang alat bantu pendengaran.
Setelah gantung sarung tinju,Β kehidupan Elly seakan sirna dari perhatian masyarakat dan pemerintah. Bertahun-tahun ia harus menyambung hidup dengan bekerja sebagai satpam di tempat hiburan di Jakarta, sebelum KONI merekrutnya dan mempekerjakan dia di bagian tata usaha sebagai pengantar surat. (a2s/a2s)











































