Oktober, Jet-Jet Air Beraksi di Bali
Rabu, 19 Mei 2004 11:17 WIB
Jakarta - Penggemar olahraga di Indonesia pasti tidak mengenal Cappelini Guido. Padahal orang Italia itu adalah Michael Schumacher-nya olahraga jet air.Jika Schumi menyandang predikat juara dunia Formula 1 enam kali, maka Guido adalah juara dunia F1 Powerboat sebanyak delapan kali. Namun Schumi jauh lebih terkenal karena balap mobil Formula 1 memang lebih populer ketimbang Powerboat.Powerboat diembel-embeli kata F1 di depannya β menjadi F1 Powerboat β karena merupakan olahraga tercepat di air. Di wilayah kekuasaannya itu, perahu canggih sepanjang enam meter, yang moncongnya seperti pesawat tempur itu bisa melesat hingga kecepatan 240 kilometer per jam. Saat meluncur, ia bisa terlihat melayang di atas air. Jika terlalu kencang dan si pilot tak mampu menjaga keseimbangan, kapal cepat itu itu bisa melintir di udara, berbalik dan jatuh tertelungkup di atas air. Bayangkan Aksi-aksi semacam itu bisa Anda saksikan di Tanjung Benoa, Bali, 30-31 Oktober mendatang. Di situ, sebanyak 24 perahu mesin plus pilotnya yang berasal dari 15 negara, akan bertarung di laut bebas dalam seri ke-11 UIM F1 World Championship. UIM (Union Internationale Motonotique) adalah badan olahraga air bermotor dan bermarkas di Monte Carlo, Monaco.Upaya mendatangkan olahraga mahal ini dilakukan Powerlink Indonesia, anak sebuah perusahaan sport marketing independen yang mengkhususkan diri di bidang olahraga otomotif air, yang bermarkas di Singapura tapi milik pengusaha muda Indonesia bernama Steve Indra Suryajaya. Dalam pertemuan dengan beberapa wartawan termasuk detikcom beberapa waktu lalu, Steve mengaku sangat ingin memperkenalkan F1 Powerboat kepada masyarakat Indonesia. Keinginan itu sejalan dengan niatnya memperbaiki reputasi Indonesia di luar negeri, sekaligus mengentalkan kembali citra Nusantara sebagai negara bahari dan negara tujuan wisata dunia.Hal terakhir yang membuat Powerlink memilih Bali sebagai tempat kejuaraan tersebut. βPasca bom Bali, saya ingin mengembalikan citra Indonesia khususnya Bali kepada masyarakat internasional. Bali (Indonesia) itu aman kok,β katanya.Karena diniatkan sebagai ajang pengenalan olahraga F1 Powerboat, pihak penyelenggara nantinya tidak akan mengenakan tarif tiket kepada para penonton, kecuali beberapa undangan tertentu. Jadi, masyarakat dapat dengan gratis menonton balapan jet air itu. Sebagai perbandingan, pada seri di Singapura beberapa waktu lalu, tiket dijual seharga 131 dolar AS atau sekitar 1,2 juta rupiah.Kejuaraan dunia F1 Powerboat tahun ini terdiri dari 14 seri. Selain Indonesia, tuan rumah lain adalah India, Arab Saudi, Portugal, Jerman, Italia, Cina, Korea, Jepang, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Abu Dhabi.Dari kalangan pilot β demikian sebutan untuk pengemudi F1 Powerboat β beberapa nama beken lain di dunia ini selain Guido di antaranya Gillman Scott, Roggerio Massimo, Pharaon Laith, Cantando Francesco, Dessertenne Philippe. Hm, masih asing ya? (a2s/)











































