Mati Lampu Tak Hambat Monas

Proliga 2004

Mati Lampu Tak Hambat Monas

- Sport
Sabtu, 22 Mei 2004 21:05 WIB
Semarang - Lewat sentuhan terakhir dari Andri Widiatmoko, Jakarta Monas membungkam Bandung Telkomsel pada seri kedua putaran kedua Proliga 2004 yang digelar di GOR Jati Diri Semarang, Sabtu (22/5). Dalam pertandingan itu Monas unggul 3-1 (23-25, 25-16, 25-27, dan 18-25). Meski berhasil mengantongi kemenangan kedua atas Bandung Telkomsel, Kepala Pelatih Jakarta Monas Nandi Nata mengungkapkan ketidakpuasannya atas padamnya lampu saat set kedua tengah berlangsung. Akibat matinya lampu selama 10 menit, anak-anak asuhnya cenderung menurun permainannya. Sehingga set kedua ini terpaksa dicuri oleh anak-anak Bandung.Akan tetapi ketidakpuasan Nandi tidak mengalahkan rasa terharunya atas perjuangan Marcello Baretto dkk. Pasalnya, anggota tim Jakarta Monas rata-rata tengah didera penyakit. Pemain kelas dunia asal Brasil, Marcello misalnya, ternyata sedang diare.''Saya sangat bersyukur atas kemenangan ini, karena sebelum pertandingan ini dimulai Marcello kena diare, Wahyu dan Bambang Nurcahyo sedang flu, lalu Agung Setiawan kena hamstring. Saya sangat terharu. Saya memaksakan untuk memasang Marcello agar lawan sedikit tertekan," tutur Nandi usai pertandingan yang memastikan Jakarta Monas lolos ke babak semifinal. ''Sekali lagi saya berterima kasih kepada mereka. Namun saya sedikit terganggu dengan padamnya lampu. Seharusnya semua itu bisa segera diantisipasi. Masak di Bandung mati, sekarang juga mati,'' lanjutnya. Sementara itu asisten pelatih Bandung Telkomsel, Dede Mardiawan, menyebut faktor utama penyebab kekalahan timnya terdapat di set pertama. Padahal saat itu Bandung sempat unggul 22-16. "Penyesalan benar-benar dirasakan. Kesalahan kami buat berturut-turut di akhir-akhir skor set pertama," tutur Dede. Ia pun menambahkan, sebenarnya pemain asingnya yang setinggi 2 meter, Nick Mortimer, sempat tak bisa latihan karena sakit.''Jadi kalau masalah pemain yang sakit kami juga mengalaminya. Tapi kami akan berusaha keras untuk bisa tampil di empat besar di Jakarta nanti. Dua pertandingan tersisa melawan Phinisi (Jakarta BNI Phinisi) dan Berlian (Semarang Berlian) akan coba kami rebut'' tandasnya. Sedangkan pada partai kedua antara tim bola voli putri Gresik Phonska dengan Yogya Gunadarma, dimenangkan Gresik dengan skor 3-0 (25-18 25-16 dan 25-20).Meski sudah mengantongi tiga kemenangan, Gresik harus memetik kemenangan dua kali lagi agar bisa memastikan ke semifinal. "Peluang tetap terbuka asalkan di sisa dua pertandingan terakhir kami bisa meraih kemenangan. Kami akan berusaha keras untuk memenangi pertandingan melawan Jakarta Monas dan Phinisi," jelas pelatih Gresik Mahfud Irsyada. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads