Proliga 2004
Phinisi Susul Elektrik ke Semifinal
Minggu, 23 Mei 2004 18:09 WIB
Semarang - Sempat tertinggal 2-0 tidak menyurutkan perjuangan keras Dwi Sari dkk untuk meloloskan Jakarta Phinisi ke babak empat besar Proliga 2004 untuk kelompok putri. Bandung Art Deco ditekuk Phinisi dengan skor 3-2 (25-20, 25-16, 13-25, 12-25, 13-15). Pertarungan panjang harus dilakoni Phinisi untuk menundukan Art Deco. Tim asuhan Sukirno itu tidak bermain apik di dua set pertama dan kalah 20-25 16-25.Akan tetapi keunggulan Art Deco tidak berlangsung terus-menerus. Sedikit demi sedikit Sari, Jane, Wati dan Vita mulai membalikkan keadaan. Set ketiga direbut Phinisi dengan skor 25-13. Set berikutnya juga dimenangkan anak-anak putri Jakarta itu dengan 25-12.Di set penentuan kedua tim mencoba bermain solid dan saling menekan pertahanan lawan. Sayang, di saat krusial Art Deco yang sudah unggul 12-11 justru disusul karena serve Yu Hong yang tidak menyeberang net. Skor pun menjadi 12 sama. Faktor mental mulai mendera pemain Bandung. Mereka tak bisa lagi menekan ara pemain Jakarta. Poin set terakhir ini dikantongi Phinisi, sekaligus mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 15-13. Meski demikian, kondisi fisik yang tengah menurun hampir saja menyebabkan Phinisi tertunda masuk semifinal. Dwi Sari yang memotori Phinisi terkena kram perut, namun tetap bertahan untuk bermain. "Wasti dan Puspita masuk angin. Pemain asing Molly pun tidak enak badan. Begitu sampai Semarang dia langsung tidur. Ini permainan Phinisi terburuk sepanjang Proliga 2004. Tapi Alhamdullilah, berkat kemauan mereka yang keras dan motivasi yang kuat kami bisa aman di empat besar," ujar Sukirno usai pertandingan di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (23/5/2004).Sementara itu Pelatih bandung Art Deco Syamsul Jaiz mengungkapkan penyesalan atas kekalahan timnya. Ia menyayangkan penampilan anak-anak asuhnya yang tiba-tiba nge-drop."Pertandingan terketat yang kami alami. Kejadian di Gresik kembali terulang ketika kami telah unggul 2-0. Entah kenapa apakah anak-anak terlalu cepat puas. Tiba-tiba saja semua di bawah performa. Di set terakhir, serve Yu Hong yang gagal menambah ketegangan pemain. Atau memang dewi fortuna tidak sedang berada di pihak kami," jelas Syamsul."Bisa saya katakan, peluang kami ke semifinal cukup berat. Di Jakarta nanti kami harus tampil habis-habisan untuk merebut sisa dua tempat itu," tambahnya. Bandung Art Deco akan bersaing dengan Jakarta Monas dan Gresik Phonska untuk dua tiket semifinal yang tersisa. Seri keenam di Jakarta pekan depan bakal menjadi tempat perebutan ketat dari ketiga tim tersebut. Dua tim yang sudah dipastikan lolos adalah Phinisi dan Jakarta Elektrik. (erk/)











































