"Adakalanya kita menang dan ada kalanya kita kalah. Kalau menang kita syukur gembira, kalau kalah kita sedih," kata SBY saat memberikan sambutan dalam peresmian Oesman Sapta Odang (OSO) Sport Center di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/3/2011).
Menurut SBY, tidak ada olahragawan yang dengan seenaknya merebut piala sang juara meskipun dia kalah. SBY kembali memberi kiasan, tidak pula para olahragawan yang melempari batu sang pemenang sebuah perlombaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY berharap, para olahragawan harus membangun jiwa ksatria dan tetap menjaga sportivitas.
"Waktu muda, saya pemain bola voli, dalam sekian ratus pertandingan, ada kalanya kita menang ada kala sedih. Tapi setiap akhir pertandingan kita berjabat tangan. setelah itu pelatih marah-marah ke pemain, suporter juga," SBY mencontohkan.
Setelah mengalami kekalahan, menurut SBY, dia dan timnya selalu introspeksi,apa penyebab kesalahan dan melakukan perbaikan-perbaikan. Tidak justru menyalahkan
sang pemenang.
"Tapi setelah itu kita instrospeksi apa yang menyebabkan kita kalah dengan tekad pertandingan yang akan datang bisa kita menangkan. itu sportivitas dan jiwa ksatria," papar SBY.
(anw/roz)











































