Penjualan Tiket Proliga All Star Ricuh
Minggu, 06 Jun 2004 15:33 WIB
Jakarta - Penjualan tiket untuk pertandingan Proliga All Star 2004 sempat diwarnai kericuhan. Para calo yang berbaur dengan penonton saling berebut membeli tiket di loket gerbang Tenis Indoor Gelora Bung Karno, Minggu (6/6/2004). Dari pemantauan detikcom, kejadian tersebut berawal dari sejumlah calo yang ingin memborong tiket. Bahkan, ada seorang calo ingin memborong 50 tiket VIP dan sampai-sampai tiket VIP dibilang habis oleh para calo tersebut. Kabar tersebut membuat para calo lain dan juga penonton saling mendorong untuk mendapatkan tiket yang tersisa sehingga membuat suasana menjadi ricuh. Pihak panitia akhirnya memutuskan untuk menghentikan penjualan tiket dekat gerbang pintu masuk lapangan tenis. Namun, sepuluh menit kemudian penjualan tiket kembali dibuka dan tempatnya dipindahkan ke dekat pintu masuk. Para penonton dan juga calo kembali menyerbu tempat penjualan tiket tersebut hingga kaca etalase nyaris pecah. Lima petugas panitia yang disiapkan tetap tidak dapat menahan aksi para pembeli tiket. Akhirnya, loket penjualan dipindahkan ke gerbang masuk di samping kolam renang. Tiga pintu loket dan juga ditambah pengawalan petugas keamanan membuat para pembeli tertib. Sementara itu calo yang sudah mendapatkan tiket segera menjual kepada penonton yang baru datang. Tiket VIP yang resminya seharga Rp 40 ribu dijual Rp 60 ribu. Sedangkan tiket yang biasa dengan harga resmi Rp 30 ribu dijual 35 ribu. Seorang penonton yang sudah mengantri sejak pukul 12.00 siang WIB menilai pihak panitia kurang siap mengantisipasi hal tersebut. "Waktu di hall basket aman-aman saja dan tidak seperti ini," kata Alex dari Tanggerang. Pertandingan Proliga All Star yang seharusnya dimainkan pada pukul 14.00 siang WIB diundur menjadi 16.00. Tim All Stars yang bertanding akan diberi nama All Stars Spirit untuk wilayah Barat, dan All Stars Dynamic untuk wilayah Timur. (key/)











































