Rita terpilih usai mendapatkan mayoritas suara dari peserta kongres yang diikuti para Pengurus Besar (PB) cabang olahraga, di Hotel Peninsula, Jakarta, Kamis (21/4/2011).
Kembali mendapat kepercayaan tersebut, Rita yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI) dan Sekjen KONI, mengaku cukup terharu. Sejumlah misi pun sudah ia rancang untuk diwujudkan guna menjawab kepercayaan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan hal tersebut, sejumlah aspek lantas sudah ia soroti secara khusus agar dapat senantiasa dibenahi. Pembinaan dari usia muda, misalnya.
“Kita harapkan melalui olahraga Indonesia bisa berprestasi, bukan hanya di tingkat senior tetapi juga remajanya,” harap Rita.
Dalam mengejar prestasi di sebuah kompetisi, yang acap ditandai dengan medali, Rita pun punya standar sendiri. Ia mencontohkan SEA Games 2011 di Palembang dan Jakarta mendatang. Rita bukan sekedar membidik medali, tetapi juga kesinambungan--bagaimana sarana dan prasarana yang telah ada dapat terus digunakan dalam mendorong para pemuda setempat untuk berprestasi.
“Bukan hanya prestasi medali, tapi juga penyelenggaraannya agar bisa meninggalkan legacy. Jadi bukan hanya mengirim atlet tetapi juga memajukan remaja,” tutur Rita.
Rita, yang menyebut periode kepemimpinanya di KOI ini sebagai yang terakhir, lantas juga mengungkapkan sebuah pengharapan yang, bilamana terwujud, niscaya cukup bikin publik pecinta olahraga di Tanah Air berbangga diri.
“Kita berharap 50 atlet qualify untuk (Olimpiade) London (2012), bukan hanya wild card,” seru Rita.
Bidikan serupa juga pernah dilontarkan oleh Rita medio pertengahan 2009 silam dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Siwo PWI Pusat. Sebagai tolok ukur, pada Olimpiade Beijing 2008 sendiri Indonesia hanya diwakili 24 atlet saja.
(krs/nar)










































