Senna, yang masih berusia 14 tahun, pekan lalu sukses menempatkan diri di urutan ke-20 dari 34 peserta di Val Vibrata. Dengan menggunakan sasis Kosmic Mercury yang disiapkan Team Kartronix, Irlandia, dan mesin TM dari Blanken Tuning, Belanda, ia akan berusaha menajamkannya di Sienna.
"Ini kembali merupakan kesempatan berharga buat saya untuk bisa bersaing lagi dengan para pegokart Eropa, saya akan berusaha keras untuk dapat mengulangi sekaligus memperbaiki hasil yang telah saya capai di Val Vibrata," ujar cucu maestro karting Indonesia almarhum Hengky Iriawan itu dalam rilis yang diterima detikSport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah melalui latihan bebas pada hari Rabu dan Kamis pada Putaran ketiga lalu, kepercayaan diri dia begitu besar dan dia sangat yakin akan kemampuan dirinya dan kendaraannya."
"Waktu itu dia bilang pada saya jika dirinya yakin bisa masuk final. Dan ternyata benar-benar dia wujudkan," beber Stanley.
Menilik hasil di Val Vibrata, yang diikuti 46 pegokart dari Italia, Inggris, Rusia, Brasil dan Denmark, prestasi pegokart Red White Racing tersebut memang cukup menjanjikan. Di kelas KF3 ini, Senna yang merupakan juara junior karting Asia dan Nasional 2010 itu menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia.
Untuk pegokart setingkat Senna, yang musim ini baru merambah Eropa, bisa mencapai final dan berada di posisi 20 besar merupakan hasil yang terbilang oke.
(krs/din)











































