Kota Padang yang menjadi lokasi pembukaan sekaligus start, saat ini tengah mempersiapkan pekan budaya. Sementara di Kota Pariaman yang akan menjadi persinggahan akhir di etape II telah menyiapkan Rumah Tabuik untuk menggelar kesenian menyambut kedatangan pembalap.
"Semuanya berdasarkan kesepakatan mereka masing-masing. Mereka memang sangat antusias dengan balapan tahun ini, karena memang event ini juga memiliki tujuan promosi wisata," terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Burhasman Boer kepada detiksport, Jumat (3/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambutan kesenian daerah juga tengah dipersiapkan oleh Kabupaten Tanah Datar, yang merupakan lokasi finis untuk etape VI. Keseluruhan pembalap akan dipersilakan menikmati makan basamba atau bersama di Istana Basa Pagaruyung, yang di saat bersamaan juga disuguhkan kesenian Talempong Pacik, Cimuntu, kesenian tradisional dari Sungayang Andaleh Baruh Bukik, Gandang Tabuah dan Tari Gelombang.
"Pokoknya di 12 daerah itu akan ada kesenian berbeda yang ditampilkan," tandas Burhasman.
TdS 2011 akan diikuti oleh 234 pebalap dari 15 tim/negara yang meliputi Jepang, China, Iran, Indonesia, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Inggris, China Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kyrgistan dan Spanyol. Khusus peserta dari dalam negeri akan terbagi dalam 10 tim, yang meliputi sejumlah klub profesional dan tim nasional balap sepeda.
Ke-234 pembalap tersebut akan bertarung menaklukkan 7 etape, yaitu kawasan Kota Padang sebagai pembuka, Padang-Sicincin-Pariaman (etape II); Pariaman-Bukittinggi (III); Bukittinggi-Lembah Harau (IV); Payakumbuh-Sawahlunto (V); Sawahlunto-Istana Basa Pagaruyung (VI A); Istana Basa Pagaruyung-Padang Panjang (VI B); Padang Panjang-Danau Kembar (VII A); dan Danau KeVII B).
(a2s/a2s)











































