Ketua Umum PB ISSI Phenny Tanjung mengatakan, TdS dianggap layak untuk dijadikan ajang evaluasi karena memiliki jalur yang menantang. Bahkan dia menganggap sejumlah etape di TdS lebih berat apabila dibandingkan lokasi berlatih Pelatnas di Subang, Jawa Barat.
"Pasti akan ada degradasi, karena memang ini sudah direncanakan. Setelah ajang ini saya ingin tim terbentuk seratus persen, dari sebelumnya sekitar tujuh puluhan pembalap menjadi hanya lima puluh," tegas Phenny kepada wartawan di paddock Tim Nasional Prima dan Muda TdS 2011, Senin (6/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan dilakukannya degradasi atlet penghuni pelatnas juga disampaikan pelatih khusus trek Roni Yahya. Mantan pembalap sepeda nasional yang pernah menghuni peringkat dua Asia ini menegaskan, degradasi akan dilakukan khususnya pada atlet specialisasi trek.
"Untuk itu saya sudah sampaikan ke pembalap, tunjukkan penampilan terbaik kalian, karena ini juga sebagai evaluasi atas apa yang sudah dilakukan di Pelatnas," tegas Roni kepada detiksport.
Selain degrarasi, Roni juga mengungkapkan, TdS 2011 juga akan dijadikan sebagai evaluasi untuk melihat progres atas pelatnas balap sepeda yang sudah dimulai sejak 7 Februari lalu.
"Kami akan lihat juga, bagaimana speed dan kemampuan fisik ditunjukkan atlet. Kami ingin hasilnya terus meningkat," tandasnya.
Secara terpisah salah satu atlet pelatnas Usman Ali mengatakan, dia baru mengetahui rencana adanya degradasi atlet pasca gelaran TdS. Meski demikian dia mengaku tak gentar dan siap menunjukkan yang terbaik untuk penampilannya.
"Di sini rute bisa dikatakan lebih baik dari lokasi Pelatnas, kalau memang dijadikan evaluasi tentu akan sangat bagus. Saya siap untuk tampil dengan kemampuan terbaik saya," kata Usman.
(a2s/roz)










































