"Yang paling penting mereka enak dulu (membawa motornya, red). Kalau sudah enjoy aja 'kan enak hatinya," ujar Motorsport Manager PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia, Ari Wibisono.
Ari juga memberikan beberapa wejangan lain terhadap pembalap-pembalap muda yang mengikuti tahap kedua YRA ini. Salah satunya soal keinginan untuk menang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ego itu juga harus ada. Tapi, bukan egois. Karena kalau egois 'kan kita mau menang sendiri, sementara kita di sini bekerja sebagai tim," tukasnya.
Ari juga menyebut bahwa para pembalap berusia 14 hingga 18 tahun ini juga masih memiliki beberapa kelemahan. Apakah itu?
"Kurang cepat mengubah pola. Jadi artinya kurang cepat beradaptasi. Oleh karena itu tim kami masih harus mengawasi sampai ke tikungan."
"Jadi, kami memang mengajari praktik seperti ini. Dan Doni (Tata) jadi instrukturnya."
"Bagaimana dia masuknya, bagaimana nanti dia cornering-nya," jelas Ari.
Beberapa masukan juga datang dari Doni sendiri. Usai menjajal beberapa lap menggunakan Yamaha R6 600cc, rider yang pernah tampil di ajang GP 250 cc itu memberikan beberapa evaluasi.
"Kamu terlalu cepat masuk tikungan sehingga akhirnya malah melebar. Yang penting all-out saja dulu, jangan takut-takut," ucap Doni kepada salah seorang pembalap.
(a2s/mfi)











































