Ketika event terakbar sepakbola dunia itu berlangsung 17 tahun silam, Maldini dan Romario menjadi pemain-pemain pertama yang memakai sepatu ini, yang mana dinamai oleh Nike sebagai Tiempo.
'Si Klasik' kini tak lagi tampil seperti 17 tahun lalu yang hanya hitam dan putih. Tapi seiring perkembangannya kini ia punya warna dominan oranye di tubuhnya. Namanya pun kini berubah menjadi Tiempo Legend IV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karakter Tiempo cukup luas. Beda dengan Mercurial yang memang dibuat untuk para winger yang membutuhkan banyak akselerasi," ujar Jeffrie Chandra dari Nike Indonesia dalam konferensi pers di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (19/7/2011).
Desain yang klasik itu sendiri juga dipertahankan. Masih sama seperti rilisan pertamanya, jahitan tangan di bagian depan sepatu pun tetap ada.
"Saya pertama kali pakai Tiempo, seingat saya sekitar tahun 2002 dan 2003. Karena bahannya dari kulit, jadi lebih fleksibel dan nyaman sehingga tak terasa sakit ketika dipakai bermain atau berlatih lama," ujar gelandang senior nasional, Ponaryo Astaman.
"Dibanding beberapa seri Nike, Tiempo ini memang agak berat. Tapi, yang ini sudah ringan," lanjutnya.
Secara pribadi, mantan kapten timnas Indonesia itu juga mengatakan bahwa dia menyukai sepatu ini lantaran memberikannya kebebasan dalam bergerak.
"Karena saya berada di tengah, saya butuh fleksibilitas dan bermanuver. Selain fleksibilitas, saya juga mendapatkan daya cengkramnya."
(a2s/a2s)











































