Wapres: Prestasi Olahraga Indonesia Masih Jauh dari Harapan

Wapres: Prestasi Olahraga Indonesia Masih Jauh dari Harapan

- Sport
Jumat, 09 Sep 2011 10:38 WIB
Wapres: Prestasi Olahraga Indonesia Masih Jauh dari Harapan
Jakarta - Wakil Presiden RI Boediono membuka peringatan Hari Olah Raga Nasional di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (9/9/2011). Ia menyebut prestasi olahraga kita saat ini belum membanggakan.

"Tapi kalau kita mau jujur kita belum puas. Kita harus mengakui bahwa dalam membangun olahraga di Indonesia, masih banyak yang jauh dari harapan kita," ujar Boediono.

Bahkan, lanjut Wapres, untuk bidang olahraga tertentu Indonesia mengalami kemunduran. Namun Boediono tak menyebut cabang olahraga yang dimaksud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan dalam beberapa segi kehidupan olahraga dan cabang olahraga kira justru mengalami kemunduran dari prestasi kita di masa lampau. Dan itu pun belum lagi membandingkan dengan cepatnya derap maju prestasi olahraga bangsa-bangsa lain, bahkan dengan bangsa-bangsa di sekitar kawasan kita," paparnya.

Boediono mengatakan, kita harus jujur mulai saat ini untuk mengukur apa yang telah dicapai, supaya bisa dijadikan acuan untuk melangkah ke depan.

"Introspeksi yang jujur bukan untuk memperlemah kepercayaan diri kita. Introspeksi yang jujur Ini perlu untuk perbaikan ke depan. Introspeksi ini Justru pemicu untuk melakukan kebaikan-kebaikan," terang Boediono.

"Kita perlu bikin neraca yang obyektif apa yang telah kita capai dan apa yang belum kita capai, sehingga kita bisa rumuskan langkah-langkah kita ke depan," tambahnya.

Boediono 'Jatuhkan' Maskot SEA Games XXVI

Sewaktu hendak berpidato memberi sambutan, Boediono tak sengaja menjatuhkan boneka komodo berukuran kecil yang merupakan maskot SEA Games XXVI 2011.

Saat itu Boediono hendak menaruh boneka itu di atas podium sebelum pidato. Namun karena kaki boneka tak tegak berdir, akhirnya terjatuh.

Sontak saja insiden itu disoraki penonton "Haaa..," sorak penonton. Ajudan Boediono yang berdiri di belakang langsung membantu atasanya mengambil boneka itu.

Setelah itu, Boediono mulai melakukan pidato sambutan.


(a2s/krs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads